Minggu, 25 Maret 2018

Perekonomian Indonesia: Sistem Ekonomi Indonesia

Pengertian Sistem dan Contohnya
Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.


Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Teori sistem ekonomi adalah teori yang mencoba menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi. Persoalam-persoalan ekonomi pada hakikatnya adalah masalah transformasi atau pengolahan alat-alat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor-faktor peroduksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan keterampilan menjadi barang dan jasa.
Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu politik yang membahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawan persoalan-persoalan ekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara.
Menurut Dumairy, sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seoerangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Dari dua pengertian tersebut maka unsur-unsur atau elemen sistem ekonomi terdiri dari sumber-sumber atau faktor produksi, motivasi dan perilaku pengambil keputusan proses pengambilan keputusan dan lembaga-lembaga yang terdapat didalamnya.
Gregory Grossmandalam P. Rahardja dan M. Manulang (2004) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah: sekumpulan komponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agenekonomi serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menopang dan mempengaruhi.
Dari beberapa pengertian diatas maka suatu sistem ekonomi terdiri dari unsur-unsur manusia sebagai subyek yaitu sebagai pemain dalam sistem, barang-barang ekonomi (sumber atau faktor produksi) sebagai objek, perangkat kelembagaan yang  mengatur atau saling mempengaruhi serta memiliki fungsi koordinasi dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.
Perangkat kelembagaan meliputi lembaga-lembaga ekonomi, cara kerja, mekanisme hubungan hukum, dan peraturan perekonomian serta kaidah dan norma-norma lain, serta yang dipilih, diterima atau yang ditetapkan masyarakat dalam tatanan kehidupan yang berlangsung. Jadi perangkat kelembagaan ini termasuk kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat, sepereti yang mereka terapkan dalam berbagai aktifitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.
Dumairy (1996) mengatakan bahwa suatu sistem ekoknomi tidaklah berdiri sendiri tetapi berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi sebenaarnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu supra sitem kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi merrupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat disuatu negara. Untuk itu mengherankan bila dalam perjalanan atau penerapan suatu sistem ekonomi tertentu pada suatu negara terjadi benturan, konflik atau bahkan tantangan antara pihak yang satu dengan pihak yang lainnya. Pelaksanaan sistem ekonomi tertentu akan berjalan mulus jika lingkungan kelembagaan masyarakatnya mendukung.
Sebagai supra sistem kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan sistem ekonomi sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat. Di dunia ini terddapat kecenderungan secara umum bahawa sistem ekonomi di suatu negara “bergandengan tangan” dengan sistem politik di negara yang bersangkutan, dimana idiologi ekonomi berjalan seiring dengan idiologi politik.
Pada negara-negara yang beridiologi politik liberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis, pada umumnya menganut idiologi ekonomi kapitalisme dengn pengendalian ekonomi yang berlandaskan pada mekanisme pasar. Di negara-negara ini penyelenggaraan kenegaraannya bersifat egaliter dan struktur birokrasinya desentralis. Sedangkan negara-negara yang beridiologi politik komunisme denga rezim  pemerintahan yang otoriter, idiologi ekonominya cenderung sosialisme, dengan pengelolaan perekonomian berdasarkan perencanaan terpusat. Di negara-negara ini penyelenggaraan kenegaraannya cenderung berssifat etatis dengan sturktur birokrasi yang sentralis.
Pengkutupan sistem ekonomi dan sistem politik serta unsur-unsur benang merah yang menghubungkan seperti pada tabel diatas mungkin tidak sepenuhnya berlaku, namun terdapat kecenderungan umum seperti itu. Pada umumnya negara-negara yang sistem politiknya tergolog di kutub A, sistem ekonominya juga tergolong di kutub yang sama. Pada ekstrem lain negara-negara yang sistem politknya terdaftar di kutub Z, sistem ekonominya juga terdapat di kutub serupa.
Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat, khas sehingga dibedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain, berdasarkan bebarapa sudut tinjauan seperti:
1.     Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
2.    Keleluasana masyarakat untuk saling berkompetensi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
3.    Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dn perekonomian pada umumnya

Dilihat dari beberapa sudut tinjauan dan pengertian-pengertian tersebut maka yang membedakan antara sistem ekonomi suatu negara dan sistem ekonomi negara lain menurut Gray dalam Sumodiningrat (1999) adalah faktor-faktor meta ekonomis, seperti pandangan hidup suatu bangsa, nilai-nilai yang dujunjung tinggi, kebudayaan suatu bangsa atau masyarakat. Dengan demikian sistem ekonomi mencakup keseluruhan prose dan kegiatan masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.


Kapitalisme dan sosialisme
Sosialisme dan kapitalisme merupakan paham-paham yang saling bersaing satu sama lain. Setiap paham berusaha untuk memberikan yang terbaik pada setiap orang yang menjadi pengikutnya. Namun setiap paham mempunyai kekurangan yang menjadi kelebihan pada paham yang lain, dan kelebihan menjadi kekurangan paham yang lain, sehingga bisa dikatakan setiap paham merupakan penyempurnaan dari paham-paham yang telah ada.
Kapitalisme
Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikuasai/dikendalikan oleh segelintir orang (pemilik modal / swasta) dengan tujuan untuk menguasai ekonomi pasar.
Deskripsi tentang kapitalisme  adalah sebagai berikut:
  1. Kapitalisme lahir dari prinsip dasar yang dikembangkan oleh para pemilik modal dalam berdagang.
  2. Perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikuasai/dikendalikan oleh segelintir orang (pemilik modal / swasta).
  3. Pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar, sehingga timbul persaingan secara bebas, akibatnya diperoleh keuntungan tanpa batas.
  4. Prinsip kapitalisme adalah untuk memperoleh keuntungan bersama (bagi pemilik modal/swasta).
  5. Kapitalisme lebih dikonotasikan keserakahan, karena alat-alat produksi bebas dikuasai segelintir orang (pemilik modal).
  6. Salah satu kritik terhadap keberadaan kapitalis sebagai suatu bentuk penindasan terhadap masyarakat kelas bawah.
  7. Kapitalisme banyak membawa korban karena adanya kesenjangan sosial, ketidakmerataan, kemiskinan, baik karena monopoli, oligopoli, dst, sampai akibat stabilitas politik yang sangat ketat.
  8. Paham para kapitalis adalah Liberal (kebebasan individu dijunjung tinggi.
  9. Liberalisme adalah sebuah paham yang mempunyai prinsip kebebasan individu dijunjung tinggi yaitu kebebasan dalam pemikiran, agama, keyakinan, ucapan, pers dan politik. Nilai inti dari liberalisme adalah individualisme, rasionalisme, kebebasan, keadilan dan toleransi.
Sosialisme
Sosialisme adalah paham dalam sistem sosial ekonomi yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif dan membatasi milik perseorangan. Untuk mencapai hal tersebut alat produksi harus dikuasai oleh pemerintah
Sosialisme bangkit sebagai reaksi melawan kondisi ekonomi dan sosial oleh pertumbuhan industri kapitalisme yang menimbulkan ketimpangan kelas-kelas sosial di negara feodal (Eropa). Kelahiran ide sosialis berhubungan dekat pada perkembangan kelas pekerja industri yang baru dan berkembang, yang menderita dari kemelaratan dan keburukan sebagai simbol dari industrilisasi awal.
Deskripsi tentang sosialisme adalah sebagai berikut:
1.     Prinsip utama sosialisme adalah pemerataan sosial dan penghapusan kemiskinan.
2.    Gagasan sosialis berawal dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial yangsaling tolong-menolong tanpa memandang status (bukan sekedar untuk memperoleh kebebasan dan kebahagiaan individu).
3.    Upaya sosialisme adalah dengan mengatur masyarakat secara kolektif demi terciptanya suatu kebahagiaan bersama.
4.    Kalau kapitalisme lebih dikonotasikan keserakahan (karena alat-alat produksi bebas dikuasai segelintir orang), maka sosialisme ingin mengoreksi dengan jalan menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil produksi secara merata.
5.    Kalau kapitalisme mengeksploitasi buruh, maka sosialisme hendak melawannya dengan meniadakan antarkelas.
6.    Tindak lanjut dari ekstrim sosialisme adalah Komunisme, yang lebih kepada upaya antisipasi persaingan bebas ekonomi antara kelas borjuis (kelas atas) dan kelas proletar (kelas menengah kebawah).



Persaingan Terkendali
Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi; kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
Sehubungan dengan persaingan antarbadan-usaha, tidak terdapat rintangan bagi suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun untuk menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang usaha.
Jadi pada kesimpulannya, bahwa iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali.


Kadar Kapitalisme Dan Sosialisme
Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme terkandung dalam pengorganisasian ekonomi indonesia. Seseorang bisa melihat dari dua pendekatan. Pertama adalah dengan pendekatan faktual-struktural, yakni setelah menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah, dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan faktual-struktural, dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian yang berumuskan Y = C + I + G + (X – M). Dalam formula ini berarti produk atau pendapatan nasional dirinci menurut penggunaan atau sektor pelakunya. Kesamaan ini merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran.
Dengan pendekatan dapat dipelajari, betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah dapat menerima pengelolaan makroekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun sangat bisa ke sosialisme.




sumber:



Jumat, 24 November 2017

Tugas 6

Peran Penting Organisasi Dalam Berbisnis
Organisasi memiliki peran yang penting dalam berbisnis, maka dari  itu hal ini menjadi suatu point yang harus dimiliki terutama oleh pemula. Dalam organisasi ada beberapa hal yang secara langsung menjadi bahan pelajaran. Pada dasarnya antara bisnis yang dibuat dengan suatu sistem organisasi tergolong memiliki kemiripan kinerja atau aplikasi. Maka dari itu seseorang yang memiliki pengalaman berorganisasi akan lebih cepat menyesuaikan diri pada  aktivitas usaha yang dipilih untuk menjadi bisnisnya. Secara garis besar beberapa penerapan dilakukan dengan cara yang sama antara organisasi dengan berbisnis bahkan secara prinsip. Sedangkan hal yang membedakan adalah jenis kegiatan yang tentunya adalah tujuannya. Pada bisnis berorientasi pada keuntungannya. Sehingga upayanya jelas untuk mendapatkan keuntungan, namum ada proses yang dapat di adopsi dan saling melengkapi yaitu tentang mempertahankan kesatuan, keberadaan atau eksistensi diantara keduanya memiliki cara yang sama yaitu mengutamakan ide inovatif dan kreatif.

Dalam berbisnis, komunikasi menjadi hal yang sangat penting dan krusial, komunikasi ini terjadi dengan banyak individu berbeda sebagai partner. Maka memahami sedikit karaakter merupakan pola awal yang harus diterapkan  dalam sebuah bisnis. Karena keterlibatan individu yang berbeda inilah perlu adanya penyesuaian pola komunikasi agar dapat terjalin sebuah komuikasi yang baik. Kunci utaamanya adalah  bagaimana cara paling tepat untuk berkomunikasi yang satu dengan yang lainnya. Bersama team yang memiliki basic organisasi dalam bisnis akan berpengaruh positif dan memudahkan cara berkomunikasi terkait masalah penyampaiannya. Hal ini sangat berpengaruhterhadap eksistensi bisnis yang dijalani. Karena dalamberbisnis ada proses yanng disebut lobying atau diskusi mengenai penawaran dan juga berbagai upaya dan solusi bisnis. Biasanya kegiatan ini melibatkan banyak pihak terkait bahkan tidak hanya  dalam satu tim bisnis melainkan calon partner dan juga kalangan bisnis lainnya. Karena itu memperhatikan latar belakang ketika berkomunikasi akan memberi pengaruh positif dalam jalannya proses bisnis.



Penyebab Masalah Organisasi Semakin Bertambah Seiring Dengan  Perkembangan Bisnis
Dalam dunia bisnis, para pebisnis yang bermain di dalamnya sering menghadapi permasalahan ketidakpastian yang bisa ditimbulkan dari berbagai hal. Seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Peristiwa-peristiwa seperti bencana alam, meningkatnya kemiskinan masyarakat,  menjadi permasalahan-permasalahan sosial yang berdampak pada dunia binis. Lingkungan sosial merupakan salah satu lingkungan yang berpengaruh kuat terhadap aktivitas bisnis, yang akan menentukan apakah bisnis tersebut akan berhasil atau tidak.
Bisnis sebagai suatu entitas, letaknya berada di tengah-tengah lingkungan bisnis, dimana setiap perubahan dalam lingkungan tersebut akan mempengaruhi cara-cara dalam bertindak. Perubahan yang terjadi juga mempengaruhi kemampuan adaptasi organisasi, yang pada akhirnya akan menentukan kesuksesan atau kegagalan bisnis. Salah satu aspek dari lingkungan bisnis adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial mempunyai arti yang sangat penting dalam dunia bisnis. Apabila lingkungan sosial bersifat kondusif (mendukung), maka hal tersebut akan mendorong organisasi untuk melakukan keputusan berinvestasi pada lingkungan yang dirasakannya sesuai. Namun sebaliknya, jika lingkungan sosial tidak mendukung, maka organisasi harus berhati-hati dalam mengambil keputusan berinvestasi. 
Lingkungan sosial merupakan aspek-aspek dari interaksi manusia melalui kelompok, apakah itu dekat ataupun jauh, yang dapat berpengaruh pada kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan (Ancok, 2009). Interaksi sosial tidak akan terjadi bila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: adanya kontak sosial (social contact) dan adanya komunikasi (communication). Menurut para ahli sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition), akomodasi (accomodation), dan dapat juga berbentuk pertentangan (conflict). Terdapat empat cara untuk menyikapi dampak perubahan lingkungan sosial terhadap aktivitas bisnis. Pertama, bahwa perubahan lingkungan sosial secara alamiah menimbulkan peluang maupun ancaman terhadap aktivitas bisnis. Kedua, perubahan lingkungan sosial digunakan oleh organisasi sebagai faktor penentu untuk membuat keputusan berinvestasi. Ketiga, perubahan lingkungan sosial mempengaruhi keputusan organisasi untuk menjalankan bisnis di lokasi tertentu. Dan yang terakhir adalah, perubahan yang ada menuntut organisasi untuk menerapkan cara berpikir baru dalam menjalankan bisnis. (Ancok, 2009).
Dengan penjelasan pada bahasan lingkungan sosial dalam dunia usaha, patut pula diperhatikan mengenai kelompok sosial dan gaya hidup dalam masyarakat. Kelompok-kelompok dan gaya hidup yang berkembang dalam masyarakat ini, tentu menentukan keberlangsungan bisnis, sebagai suatu proses yang tidak pernah lepas dari lingkungannya. Dampak dan pengaruh dari lingkungan sosial terhadap dunia bisnis ini seharusnya menjadi perhatian para pebisnis dalam menjalankan usahanya.
Sebaliknya, unia usaha pun dipahami memiliki dampak dan pengaruh balik terhadap lingkungan sosial. Dampak dari dunia usaha banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum baik langsung maupun tidak langsung. Baik masyarakat perkotaan dimana dunia industri berlokasi, maupun masyarakat luas pada umumnya sebagai distribusi dan target pemasaran produk dari dunia usaha tersebut.
Globalisasi adalah issue yang besar yang bergaung sekian tahun terakhir. Dengan makin berkembangnya jaringan informasi dan teknologi maka makin terbukalah gerbang globalisasi dan makin kaburlah batas-batas antara negara dan antar masyarakat. Globalisasi membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Informasi dan teknologi yang masuk tanpa batas merupakan faktor-faktor yang mendukung dalam dunia bisnis. Sehingga dengan berkembangnya kedua hal tersebut maka berkembang juga dunia bisnis yang ada di Indonesia.



6    Tipe atau Bentuk Organisasi
Pada saat ini Tipe atau Bentuk Organisasi terdapat 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan.Berikut ini adalah definisi Tipe atau Bentuk Organisasi menurut beberapa ahli adalah:
1. ORGANISASI LINI/GARIS (LINE ORGANIZATION)
Organisasi Lini/Garis diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Ciri-ciri Organisasi Lini adalah :
·         Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dan memilikiJumlah karyawan yang sedikit.
·         Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
·         Belum terdapat spesialisasi Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
·         Struktur organisasi sederhana dan stabil Organisasi tipe garis ini biasanya diterapkan kepada organisasi kecil yang disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORGANIZATION)
Organisasi Garis dan Staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi Garis dan Staf Merupakan bentuk organisasi yang mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi garis seperti adanya pengawasan secara langsung, serta mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi staf seperti adanya spesialisasi kerja. Organisasi Garis dan Staf merupakan kombinasi dari organisasi lini dan azas komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan untuk memberi masukan, bantuan pikiran, saran-saran, dan data informasi yang dibutuhkan.
Memiliki Ciri-ciri:
·         Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
·         Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
·         Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
·         Jumlah karyawan banyak Organisasi besar, bersifat komplek adanya spesialisasi.

3.    ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORGANIZATION)
Organisasi Fungsional diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan pada sifat dan macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan. masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki Ciri-ciri:
·         Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
·         Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
·         Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
·         Target-target jelas dan pasti Pengawasan ketat
·         Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

4.    ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL (LINE AND FUNCTIONAL ORGANIZATION)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit (Kepala Bagian) untuk mengambil keputusan dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau ting4katan.
Memiliki Ciri-ciri:
– Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
– Terdapat spesialisasi yang maksimal dan tidak menonjolkan perbedaan tingkatan dalam pembagian kerja
Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional :
LINI DAN FUNGSI
5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORGANIZATION)
Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut atau merupakan gabungan dari organisasi yang berbentuk lini fungsional dan staf..
Memiliki Ciri-ciri:
·         Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
·         Jumlah karyawan banyak.
·         Mempunyai unsur karyawan pokok: Karyawan dengan tugas pokok (line personal), Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal), Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)
6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORGANIZATION)
Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksanakan secara kolektif. Organisasi komite terdiri dari :
·         Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini.
·         Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf
Memiliki ciri-ciri :
·         Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
·         Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
·         Asas musyawarah sangat ditonjolkan
·         Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
·         Biasanya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.



Sumber Referensi:

Kamis, 16 November 2017

Tugas 5

Contoh Penerapan Orientasi pada Suatu Perusahaan
Dalam menghadapi peluang dan persaingan, salah satu strategi yang dapat diterapkan JASINDO adalah strategi orientasi pasar. Penerapan strategi orientasi pasar JASINDO diukur dengan menggunakan prinsip dasar strategi orientasi pasar yakni information intelligence, information dissemination dan responsiveness dan komponen pendukungnya yakni struktur organisasi, desain proses, teknologi informasi, sistem penghargaan, kepemimpinan, budaya, dan manajemen kompetensi. Data didapat dari wawancara dengan karyawan JASINDO yang telah memiliki pengalaman bekerja lama dan masuk dalam struktur manajemen. Wawancara dilakukan dalam kondisi formal dan informal untuk mendapatkan informasi yang detail dan saling melengkapi. JASINDO dalam penerapan orientasi pasar telah mampu menerapkan prinsip dasar strategi orientasi pasar, namun dalam komponen pendukung terdapat beberapa komponen yang perlu ditingkatkan. Peningkatan komponen pendukung perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil strategi orientasi pasar. Komponen pendukung yang dianggap perlu dikembangkan antara lain teknologi informasi, sistem penghargaan, kepemimpinan, dan budaya.


Kejujuran Sebgai Kata Kunci Keberhasilan dalam Karir Perdagangan
     Wirausaha adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meiputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur pemodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi. Seorang wirausaha yang memiliki keyakinan dan kepribadian dalam memulai usahanya akan selalu menerapkan nilai - nilai kejujuran dalam berwirausaha. Dalam hal berwirausaha tentu banyak pesaing - pesaing kita diluar sana yang bekerja keras untuk dapat bersaing dan mendapatkan profit yang maksimum. Maka kejujuran adalah sikap yang sangat penting untuk diterapkan agar masyarakat dan orang lain bisa percaya dan yakin dengan usaha kita. Usaha yang dilandasi sikap kejujuran akan membawa dampak yang baik bagi usaha itu sendiri. Jujur bukan hanya membawa dampak baik bagi usaha namun mencipatakan seseorang untuk mengatakan jujur dengan kondisi yang sebenarnya. Contohnya pada saat produk usaha kita sedang mengalami gagal produk , kita harus jujur kepada konsumen  kondisi barang kita sebenarnya. Dengan begitu konsumen akan menilai kita jujur dalam berwirausaha.. Karena jika kita tidak jujur akan membawa dampak buruk bagi usaha kita. Apabila kita tidak jujur pelanggan akan meninggalkan produk kita sehingga profit kita akan menurun. Orang yang usahanya ingin maju adalah orang yang selalu optimis dan selalu menerapkan nilai - nilai kejujuran di usahanya.Karena Salah satu kunci keberhasilan seorang wirausaha di dalam usahanya adalah sifat kejujuran dan kepercayaan dari masyarakat konsumen terhadap dirinya.

Pentingnya Penerapan CRM bagi Pengusaha
CRM diterapkan dengan cara mengumpulkan informasi tentang pelanggan dan melakukan analisa dari informasi yang sudah terkumpul tersebut. Contohnya sebuah perusahaan asuransi menginput setiap data pelanggannya di komputer pada saat hendak mencetak polis, data tersebut terkumpul dalam sebuah database. Data-data tersebut mencakup informasi lengkap dari data pelanggan.

Perusahaan kemudian menggunakan data tersebut untuk menganalisa, misalnya pelanggan yang loyal siapa saja, sudah berapa tahun dan apakah tiap tahun pembelian polisnya meningkat terus. Setelah menganalisa hal tersebut, maka tindakan selanjutnya adalah menentukan langkah-langkah apa untuk mempertahankan pelanggan tersebut dan reward apa yang diberikan untuk memacu pelanggan tersebut meningkatkan pembelian polisnya.

Dari contoh di atas kita dapat melihat betapa CRM dapat membawa perusahaan untuk lebih dekat dengan pelanggannya. CRM menghilangkan gap yang mungkin saja terjadi antara perusahaan dan pelanggannya. Kemajuan informasi teknologi saat ini yang semakin pesat dan persaingan bisnis yang semakin ketat, membuat perusahaan tidak hanya dapat mengandalkan pada penjualan produk atau jasa saja, namun kebutuhan akan sistim CRM akan semakin terasa dari hari demi hari. Saat ini CRM sudah dibuat dalam aplikasi software oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis informasi teknologi.

Contoh produk aplikasi software CRM yang cukup ternama adalah GoldMine. GoldMine merupakan alat yang memprovide sebuah bisnis untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa informasi customer. Di design untuk perusahaan kecil sampai menengah, GoldMine mengumpulkan dan memsentralisasi semua informasi yang dibutuhkan perusahaan, dan hasil yang diperoleh dapat membuat setiap karyawan bekerja maksimal secara efektif dan efisien. GoldMine merupakan solusi untuk memanage informasi prospek dan klien, yang membuat tim-tim dalam perusahaan tidak harus mengahabiskan banyak waktu untuk tugas administrative dan memiliki banyak waktu untuk merealisasikan hasil yang ingin di capai.

Perusahaan juga dapat menggunakan aplikasi CRM yang dibuat secara sistimatis dan otomatis dengan menggunakan kecanggihan teknologi saat ini. Aplikasi ini sangat efektif dan bisa dengan cepat memberikan informasi yang diperlukan oleh perusahaan. Dengan aplikasi ini direksi perusahaan tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan analisa yang diperlukan, dengan cepat dan otomatis semua data yang diperlukan dapat diperoleh.

Kesimpulan
CRM menjadi suatu hal yang semakin lama semakin dirasakan penting bagi semua bisnis yang ada, di era persaingan yang semakin ketat ini. Pelayanan nasabah perusahaan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya keinginan dan harapan dari pelanggan terhadap produk, jasa dan perusahaan. CRM menjadi suatu metode dimana perusahaan dapat tersambungi dengan pelanggannya, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan yang terbaik. Perusahaan yang menerapkan CRM dengan benar dan berhasil, maka tentu saja akan memberikan peningkatan dalam penjualan dan keuntungan perusahaan.

Keuntungan atau Manfaat CRM
Terdapat banyak pendapat mengenai apa saja keuntungan atau manfaat dari CRM, seperti:
1. Penggunannya CRM mempunyai banyak manfaat bagi peningkatan nilai suatu perusahaan:
* Meningkatkan kesetiaan pelanggan
Dengan aplikasi CRM memungkinkan bagi perusahaan untuk memakai semua informasi yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber dengan pelanggan seperti melalui call center, web, layanan di lapangan, dan staf pemasaran. Penerimaan informasi yang konsisten ini memungkinkan pelayanan serta penjualan yang lebih baik berkat berbagai macam informasi penting tentang para pelanggan tersebut.
* Mengurangi biaya
CRM yang dituangkan dalam sebuah skema program pemasaran yang terfokus serta spesifik memungkinkan perusahaan memakai biaya yang lebih murah dalam pelayanan serta penjualan yang tertuju ke pelanggan yang tepat dalam waktu yang tepat juga.
* Kegiatan operasional semakin efisien
Semakin berkurang beban arus kas dan resiko turunnya kualitas pelayanan ke pelanggan berkat otomasi proses layanan dan penjualan. Contohnya pemakaian teknologi call center serta web dapat mengurangi hambatan proses administratif, biaya, maupun birokrasi yang bisa saja muncul.
* Time to market meningkat
Berkat aplikasi CRM yang memungkinkan terkumpulnya data trend pembelian dan informasi dari pelanggan akan mempercepat produk masuk ke pasar.
* Pendapatan meningkat
Informasi yang didapat dari aplikasi CRM dapat meningkatkan keuntungan serta pendapatan perusahaan. Misalnya perusahaan dapat melakukan penjualan secara global melalui website tanpa perlu melakukan upaya khusus untuk mendukung kegiatan pelayanan serta penjualan tersebut.

2. Penggunaan CRM membantu perusahaan dalam membuat produk baru yang didasarkan pada pengetahuan mengenai dinamika yang ada di pasar, keinginan pelanggan, dan pesaing lain. Hal ini bisa dilakukan dengan cara:
* Menjaga kesetiaan pelanggan yang telah ada dan tetap menarik pelanggan baru
* Respon cepat ke pelanggan
* Melihat lalu mendapatkan peluang
* Menawarkan produk lain yang sekiranya dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembelian yang dilakukan (cross selling)
* Penawaran status yang lebih tinggi ke pelanggan melalui upgrading, misal silver card versus gold card.
* Otomasi proses untuk peningkatan efisiensi
* Mencegah penipuan dengan identifikasi kebiasaan para pelanggan
* Penyimpanan data pelanggan dalam satu sistem tertentu untuk mengurangi resiko operasional.

3. Perusahaan yang memakai konsep CRM mendapatkan manfaat sebagai berikut:
* Menjaga kesetiaan pelanggan yang telah ada dan menarik pelanggan baru
* Menawarkan produk lain yang sekiranya dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembelian yang dilakukan (cross selling)
* Penawaran status yang lebih tinggi ke pelanggan melalui upgrading
* Respon cepat ke pelanggan, dsb.
Itulah beberapa penjelasan tentang apa itu CRM dan manfaat/keuntungannya yang penting untuk diketahui.


Referensi:

Pemutusan Hubungan Kerja

 1. Pengertian PHK      P engakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerj...