Permasalahan Ekonomi dan Solusinya
I.
Pengangguran
Semasa pemerintahan orde baru, pemerintah atau bidang pembangunan ekonomi
mampu membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran di
Indonesia. Salah satu
contohnya adalah pada sektor industri dan jasa. Sementara pada sektor pertanian
mengalami penurunan sekitar 15% daari 55% sampai dengan 40%.
Namun pembangunan perekonomian
Indonesia mengalami penurunan pada akhir abad 20, yang menyebabkan angka
pengangguran di Indonesia meningkat lebih dari 20%. Banyak yang bekerja tidak
sesuai dengan kemampuan dan dibawah level ketarmpilannya. Namun, tak sedikit
pula masyarakat yang ingin bekerja full-time hanya bekerja serabutan atau
bekerja paruh waktu.
Dengan jumlah penduduk sekitar 225 juta, Indonesia menjadi negara terpadat
ke-empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Namun, setengah dari
penduduk Indonesia berumur dibawah 30 tahun, artinya Indonesia pada beberapa
tahun kedepan memiliki banyak tenaga kerja yang dapat menekankan pentingnya
penciptaan lapangan kerja yang baru.
Pengangguran terbuka yang tercatat oleh ILO antara usia 15 tahun sampai
dengan 24 tahun, yang menjadi acuan untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru.
Para tenaga kerja muda terancam oleh mesin modern yang dipakai oleh
perindustrian atau perusahaan karena mesin dinilai lebih menghemat biaya dengan
jangka panjang dibandingkan menggunakan tenaga kerja manusia.
Solusi:
1.
Meningkatkan kualitas pendidikan yang dapat
mempengaruhi kualitas para tenaga kerja
2.
Lulusan SMA atau SMK dibekalkan
keterampilan khusus, jadi mereka tidak hanya memiliki kecerdasan dalam bidang
akademik.
3.
Pemerataan lapangan kerja sesuai dengan
lingkungan sekitar. Misalnya pabrik gula dibangun di daerah perkebunan tebu,
jadi petani yang biasanya menanam tebu bisa bekerja dengan si pemilik perusahaan
gula tersebut.
4.
Para tenaga kerja harusnya bisa mengetahui
minat dan bakat diri sendiri agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
5.
Lowongan kerja yang dibuka harusnya
membatasi WNA yang ingin melamar pekerjaan (memprioritaskan tenga kerja dalam
negri) misalnya, dengan perbandingan 8:2.
I.
Kemiskinan
Kemiskinan terjadi disebabkan oleh angka pengangguran yang tinggi di
kalangan masyarakat. Mereka tidak berpenghasilan dan membuat tidak ada
pemasukan untuk keluarganya. Efek dari pengangguran ini sangat berbahaya,
karena bisa menjadikan seseorang perampok, pencuri, atau pencopet.
Tingkat pendidikan yang rendah juga menjadi faktor penting yang ikut andil
dalam kemiskinan. Orang yang berpendidikan rendah, sulit mendapatkan pekerjaan,
oleh sebab itu maka pendidikan menjadi faktor penting. Daya saing yang berbeda
tingkatan membuat para pencari kerjaa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaaan
yang layak.
Solusi:
1.
Pemerintah lebih memperhatikan pendidikan
2.
Belajar ilmu tambahan secara otodidak yang
akan menjadi nilai lebih
3.
Berusaha selalu rajin dalam mengerjakan
sesuatu
4.
Adanya organisasi yang mengadakan kursus
gratis menjadi salah satu solusi
5.
Adanya subsidi untuk masyarakat kurang
mampu
II.
Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga umum (dalam jumlah yang besar) secara terus menerus
dalam periode waktu tertentu . Inflasi dapat disebabkan oleh permintaan dan
penawaran dalam bidang ekonomi atau bisa pula karena kombinasi keduanya.
Inflasi disebabkan nilai tukar yang mengalami depresiasi. Selain itu dampak
dari inflasi luar negri terutama negara partner dagang mempengaruhi inflasi
dalam negri. Semua itu saling berkesinambungan satu sama lain, oleh karena itu
sangat berpengaruh terhadap perekonomian dalam negri.
Situasi ekonomi politik suatu negara mempengaruhi laju inflaasi di negara
tersebut. Misalnya jikasedang terjaadi perang, maka harga barang –barang pun
ikut naik. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan bahan baku karena
pemerintahan sedang dalam keadaan kacau balau. Sebenarnya, inflasi merupakan
kejadian ekonomi yang tidak dapat dihilangkan. Semua negara kemungkinan besar
mengalami hal tersebut. Hal yang dilakukan pemerintah bukanlah untuk
menghilangkan inflasi, hanya unntuk sekedar menghindari atau berusaha agar
inflasi tidak melambung tinggi.
Jumah uang yang beredar di masyarakat merupakan salah satu penyebab
inflasi. Mengapa bisa seperti itu? Karena jika uang yang beredar lbih banyak,
misalnya 2 kali lipat, maka harga barang yang ada di pasaran pun akan jauh
lebih mahal dari biasanya. Peredaran uang yang berlebih bukanlah hal yang
bagus. Inflasi bisa juga disebabkan oleh sistem anggaran defisit yang
diterapkan oleh negara. Negara tersebut akan mencetak uang berlebih untuk
menutupi kekurangan yang di alami negara tersebut. Namun hal tersebut justru
memicu inflasi yang menyebabkan kenaikan
harga barang.
Solusi:
1.
Pemerintah bisa menaikan tarif pajak agar
pendapatan negara juga meningkat.
2.
Produksi dalam negri harus meningkat agar
membantu menekan laju inflasi.
3.
Melakukan ekspor besar besaran, karena jika
melakukan ekspor kita mendapatkan uang dalam bentuk dollar yang bisa membantu
pendapatan negara.
4.
Menarik wisatawan agar berkunjung ke
Indonesia
5.
Melakukan penekanan impor dari luar negri.
III.
Distribusi
Distribusi adalah kegiatan
menyalurkan atau menyampaikan barang atau jasa dari produsen kepada
konsumen sesuai dengan kebutuhannya. Distribusi memiliki tujuan
menyebar luaskan hasil produksi kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya
masing-masing. Hasil produksi bisa berupa barang aatau jasa. Hal yang
dipertimbangkan dalam pendistribusian adalah letak geografis konsumen. Hal ini
berkaitan dengan wilayah yang dituju oleh distributor untuk meyebarkan hasil
produksi barang/jasa. Misalnya jika wilayah yang akan dijangkau melewati
perjalananjauh atau sulit, biasanya harga jualnya akan tinggi. Waktu
produksi tidak selalu bersamaan dengaan
waktu produk tersebut dikonsumsi.misalnya suatu perusahaan membuat makanan
kaleng agar produk yang dibuat tahan lama, karena belum tentu semua produk yang
dijual akan habis pada saat itu juga.pada pendistribusian, konsumen dan
produsen sulit untuk berkomunikasi langsung, sehingga konsumen tidak bisa
secaraa langsung memberikan kritik dan saran atas barang/jasa yang mereka beli.
Masalah yang sering terjadi dalam pendistribusian yang pertama, salah
memilih saluran pendistribusian yang menyebabkan keterlambatan produk tersebut
sampai ke tangan masyarakat. Hal tersebut bisa saja membuat daya tarik konsumen
menurun pada produk tersebut. Sifat barang yang diproduksi juga menjadi masalah
yang harus diperhatikan. Produsen selalu memikirkan apakah produk yang dijual
dapat bertahan lama atau tidak, cepat rusak atau tidak. Oleh karena itu bahan
baku dalam produksi harus diperhatikan. Biaya yang dikeluarkan oleh produsen
dalam pendistribusian juga penting untuk di pikirkan. Untuk sampai dengan cepat
ke tangan konsumen, pemilihan jalur harus dipikirkan, misalnya pendistribusian
menggunakan jalur darat, maka produsen harus menghitung/mmemperkirakan biaya
angkut untuk pendistribusian.
Solusi:
1.
Produsen memiliki kendaraan sendiri untuk pendistribusian.
2.
Produsen membuka cabang agar biaya
operasional terutama pendistribusiannya lebih murah.
3.
Produsen harus bisa menjangkau konsumen yang
berada di pelosok agar merata.
4.
Produsen memiliki kedai kedai yang tersebar
luas
5.
Melakukan promosi atau penjualan di suatu
acara, festival atau yang lainnya.
IV.
Korupsi
Korupsi bukanlah hal yang sing di telinga kita. Korupsi bisa terjadi
dimana-mana. Korupsi bisa terjadi karena ketamakan seseorang atau sekolompok
individu yang mengambil hak orang lain ataupun masyarakat sekitarnya. Mereka
yang berkorupsi cenderung adalah orang yang konsumtif namun malas bekerja.
Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka berkorupsi.
Korupsi juga bisa terjadi pada lingkungan organisasi. Masyarakat seringkali
tidak menyadari tindakannya merupakan korupsi. Lambat laun perilaku sosial yang
koruptif akan menjadibudaya bagi lingkungan sekitar.
Sistem pemerinthan yang buruk juga menjadi salah satu faktor penyebab
korupsi terjadi. Lemahnya tata kelola di
Indonesia dan maraknya korupsi ilegal maupun yang dilegalkan dengan
aturaan-aturaan yang dibuat oleh penyelenggara negraa,merupakan tantangan yang
harus dihadapi.
Solusi:
1.
Menambah keimanan agar tidak tergoda dengan
yang bukan haknya
2.
Harus lebih disiplin dan jujur dalam segala
hal
3.
Meningkatkan kualitas diri dan menjaga nama
baik diri sendiri
4.
Keadilan dan transparansi dalam karir
pegawai
5.
Pengelolaan dalam sistem pengelolaan
sumberdaya dan administrasi pemerintahan, perusahaan dan oranisasi haruslebih
terbuka
V.
Transmigrasi
Tidak Merata
Jumlah penduduk di setiap wilayah tidaklah tetap, karena pertumbuhan yang
disebabkan oleh angak kelahiran atau kematian penduduk menyebabkan perubahan
jumlah penduduk seiring berjalannya waktu atau bisa pula disebabkan oleh
perpindahan penduduk, contohnya transmigrasi.
Transmigrasi merupakan suatu aktivitas yang dilakukan manusia berupa sebuah
mobilitas atau perpindahan. Hal ini biasanya dilakukan oleh pemerintah untuk
mengurangi kepadatan penduduk di suatu wilayah dengan cara memindahkan transmigran
ke wilayah yang penduduknya masih dsedikit. Dengan demikian pemerataan penduduk
akan tercapai.
Persebaran penduduk yang tidak merata menjadi masalah besar bagi
pembangunan. Jika kepadatan penduduk hanya ada di wilayah pedesaan, maka di
wilayah kota akan kekurangan tenaga kerja. Pada bidang perekonomian, persebaran
penduduk yang tidak merata menyebabkan
pemusatan kegiatan ekenomi di suatu daerah saja, yang pada akhirnya pertumbuhan
perekonomian di wilayah lain tidak berkembang. Oleh karena itu, pemerintah
membuat program transmigrasi.
Banyak penduduk yang tidak ingin pindah dengan alasan takut tidak memiliki
pekerjaan yang layak atau sesuai dengan potensi mereka. Mereka berpikir
nantinya tidak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu pemerintah sebagai pelayan
masyarakat harus menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih layak, lebih seuai
dengan pekerjaan sebelumnya.
Solusi:
1.
Peningkatan kualitas hidup para transmigran
perlu diperhatikan agar mereka mau pindah ke wilayah pemindahan.
2.
Persebaran penduduk harus disesuaikan.
Misalnya, seorang transmigran yang dulunya bekerja sebagai petani, harusnya
ditempatkan di wilayah yang bisa dijadikan persawahan
3.
Pembangunan lapangan kerja yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat
4.
Penjaminan pembangunan fasilitas harus di
pertimbangkan
5.
Keamanan dan kenyamanan harus terjamin
VI.
Pengelolaan
sumber daya alam
Sumber daya alam merupakan salah satu faktor terpenting dalam kegiatan
berproduksi, pasalnya tanpa adanya sumber daya alam maka tidak ada proses
produksi. Contohnya ketika suatu pabrik roti ingin membuat roti, maka ia
membutuhkantepung, telur, margarin, gula dan lain-lain. Hal ini membuat orang
beramai ramai untuk eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran baik
secara legal maupun ilegal.
Banyak negara yang mencari sumber daya terbarukan untuk menggantikan sumber
daya alam terbatas, misalnya bahan bakar. Pengelolaan sumber daaya alam di
Indonesia belum merata, hal ini akan
menguntungkan atau bisa juga merugikan beberaapa pihak. Pemerintah seharusnya
melakukan pemertaan dalam hal ini. Karena pemerintah hanya memandang dari sudut
pandang keuntungan atau pendapatan, seharusnya pemerintah juga memikirkan efek
samping dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.
Solusi:
1.
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui
harus di lestarikan
2.
Mengimpor bahan baku dari luar negri
3.
Menggunakan bahan baku yang bisa di recycle
agar biaya operasional juga rendah
4.
Mengganti bahan baku dengan yang sintesis
5.
Mencari sumber daya alam yang baru dan
terbarukan
Sumber: