Pengertian Sistem dan Contohnya
Sistem
adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk
mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa
Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali
bisa dibuat.
Sistem
juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam
suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti
negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain
seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana
yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Teori
sistem ekonomi adalah teori yang mencoba menyelesaikan persoalan-persoalan
ekonomi. Persoalam-persoalan ekonomi pada hakikatnya adalah masalah
transformasi atau pengolahan alat-alat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang
berupa faktor-faktor peroduksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan
keterampilan menjadi barang dan jasa.
Sistem
ekonomi merupakan cabang ilmu politik yang membahas persoalan pengambilan
keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawan
persoalan-persoalan ekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara.
Menurut
Dumairy, sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan
ekonomi antar manusia dengan seoerangkat kelembagaan dalam suatu tatanan
kehidupan. Dari dua pengertian tersebut maka unsur-unsur atau elemen sistem
ekonomi terdiri dari sumber-sumber atau faktor produksi, motivasi dan perilaku
pengambil keputusan proses pengambilan keputusan dan lembaga-lembaga yang
terdapat didalamnya.
Gregory
Grossmandalam P. Rahardja dan M. Manulang (2004) mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan sistem ekonomi adalah: sekumpulan komponen atau unsur-unsur terdiri atas
unit-unit dan agen-agenekonomi serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja
saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu
saling menopang dan mempengaruhi.
Dari
beberapa pengertian diatas maka suatu sistem ekonomi terdiri dari unsur-unsur manusia
sebagai subyek yaitu sebagai pemain dalam sistem, barang-barang ekonomi (sumber
atau faktor produksi) sebagai objek, perangkat kelembagaan yang mengatur atau saling mempengaruhi serta
memiliki fungsi koordinasi dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan
dengan kegiatan ekonomi.
Perangkat
kelembagaan meliputi lembaga-lembaga ekonomi, cara kerja, mekanisme hubungan
hukum, dan peraturan perekonomian serta kaidah dan norma-norma lain, serta yang
dipilih, diterima atau yang ditetapkan masyarakat dalam tatanan kehidupan yang
berlangsung. Jadi perangkat kelembagaan ini termasuk kebiasaan, perilaku dan
etika masyarakat, sepereti yang mereka terapkan dalam berbagai aktifitas yang
berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.
Dumairy
(1996) mengatakan bahwa suatu sistem ekoknomi tidaklah berdiri sendiri tetapi
berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya
berpijak. Sistem ekonomi sebenaarnya merupakan salah satu unsur saja dalam
suatu supra sitem kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi merrupakan bagian dari
kesatuan ideologi kehidupan masyarakat disuatu negara. Untuk itu mengherankan
bila dalam perjalanan atau penerapan suatu sistem ekonomi tertentu pada suatu
negara terjadi benturan, konflik atau bahkan tantangan antara pihak yang satu
dengan pihak yang lainnya. Pelaksanaan sistem ekonomi tertentu akan berjalan
mulus jika lingkungan kelembagaan masyarakatnya mendukung.
Sebagai
supra sistem kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan sistem ekonomi
sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat. Di dunia ini terddapat
kecenderungan secara umum bahawa sistem ekonomi di suatu negara “bergandengan
tangan” dengan sistem politik di negara yang bersangkutan, dimana idiologi
ekonomi berjalan seiring dengan idiologi politik.
Pada
negara-negara yang beridiologi politik liberalisme dengan rezim pemerintahan
yang demokratis, pada umumnya menganut idiologi ekonomi kapitalisme dengn
pengendalian ekonomi yang berlandaskan pada mekanisme pasar. Di negara-negara
ini penyelenggaraan kenegaraannya bersifat egaliter dan struktur birokrasinya
desentralis. Sedangkan negara-negara yang beridiologi politik komunisme denga
rezim pemerintahan yang otoriter,
idiologi ekonominya cenderung sosialisme, dengan pengelolaan perekonomian
berdasarkan perencanaan terpusat. Di negara-negara ini penyelenggaraan
kenegaraannya cenderung berssifat etatis dengan sturktur birokrasi yang
sentralis.
Pengkutupan
sistem ekonomi dan sistem politik serta unsur-unsur benang merah yang
menghubungkan seperti pada tabel diatas mungkin tidak sepenuhnya berlaku, namun
terdapat kecenderungan umum seperti itu. Pada umumnya negara-negara yang sistem
politiknya tergolog di kutub A, sistem ekonominya juga tergolong di kutub yang
sama. Pada ekstrem lain negara-negara yang sistem politknya terdaftar di kutub
Z, sistem ekonominya juga terdapat di kutub serupa.
Sistem
ekonomi suatu negara dikatakan bersifat, khas sehingga dibedakan dari sistem
ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain, berdasarkan bebarapa sudut
tinjauan seperti:
1. Sistem pemilikan sumber daya atau
faktor-faktor produksi
2. Keleluasana masyarakat untuk saling
berkompetensi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur,
mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dn perekonomian pada umumnya
Dilihat
dari beberapa sudut tinjauan dan pengertian-pengertian tersebut maka yang
membedakan antara sistem ekonomi suatu negara dan sistem ekonomi negara lain
menurut Gray dalam Sumodiningrat (1999) adalah faktor-faktor meta ekonomis,
seperti pandangan hidup suatu bangsa, nilai-nilai yang dujunjung tinggi,
kebudayaan suatu bangsa atau masyarakat. Dengan demikian sistem ekonomi
mencakup keseluruhan prose dan kegiatan masyarakat dalam upaya memenuhi
kebutuhan hidupnya, untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.
Kapitalisme dan sosialisme
Sosialisme
dan kapitalisme merupakan paham-paham yang saling bersaing satu sama lain.
Setiap paham berusaha untuk memberikan yang terbaik pada setiap orang yang
menjadi pengikutnya. Namun setiap paham mempunyai kekurangan yang menjadi
kelebihan pada paham yang lain, dan kelebihan menjadi kekurangan paham yang
lain, sehingga bisa dikatakan setiap paham merupakan penyempurnaan dari
paham-paham yang telah ada.
Kapitalisme
Kapitalisme
adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi
dikuasai/dikendalikan oleh segelintir orang (pemilik modal / swasta) dengan
tujuan untuk menguasai ekonomi pasar.
Deskripsi tentang
kapitalisme adalah sebagai berikut:
- Kapitalisme lahir dari prinsip dasar yang dikembangkan
oleh para pemilik modal dalam berdagang.
- Perdagangan, industri dan alat-alat produksi
dikuasai/dikendalikan oleh segelintir orang (pemilik modal / swasta).
- Pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar,
sehingga timbul persaingan secara bebas, akibatnya diperoleh keuntungan
tanpa batas.
- Prinsip kapitalisme adalah untuk memperoleh keuntungan
bersama (bagi pemilik modal/swasta).
- Kapitalisme lebih dikonotasikan keserakahan, karena
alat-alat produksi bebas dikuasai segelintir orang (pemilik modal).
- Salah satu kritik terhadap keberadaan kapitalis sebagai
suatu bentuk penindasan terhadap masyarakat kelas bawah.
- Kapitalisme banyak membawa korban karena adanya
kesenjangan sosial, ketidakmerataan, kemiskinan, baik karena monopoli,
oligopoli, dst, sampai akibat stabilitas politik yang sangat ketat.
- Paham para kapitalis adalah Liberal (kebebasan individu
dijunjung tinggi.
- Liberalisme adalah sebuah paham yang mempunyai prinsip
kebebasan individu dijunjung tinggi yaitu kebebasan dalam pemikiran,
agama, keyakinan, ucapan, pers dan politik. Nilai inti dari liberalisme
adalah individualisme, rasionalisme, kebebasan, keadilan dan toleransi.
Sosialisme
Sosialisme
adalah paham dalam sistem sosial ekonomi yang bertujuan membentuk negara
kemakmuran dengan usaha kolektif dan membatasi milik perseorangan. Untuk
mencapai hal tersebut alat produksi harus dikuasai oleh pemerintah
Sosialisme
bangkit sebagai reaksi melawan kondisi ekonomi dan sosial oleh pertumbuhan
industri kapitalisme yang menimbulkan ketimpangan kelas-kelas sosial di negara
feodal (Eropa). Kelahiran ide sosialis berhubungan dekat pada perkembangan
kelas pekerja industri yang baru dan berkembang, yang menderita dari
kemelaratan dan keburukan sebagai simbol dari industrilisasi awal.
Deskripsi tentang
sosialisme adalah sebagai berikut:
1. Prinsip utama sosialisme adalah pemerataan
sosial dan penghapusan kemiskinan.
2. Gagasan sosialis berawal dari sifat dasar
manusia sebagai makhluk sosial yangsaling tolong-menolong tanpa memandang
status (bukan sekedar untuk memperoleh kebebasan dan kebahagiaan individu).
3. Upaya sosialisme adalah dengan mengatur
masyarakat secara kolektif demi terciptanya suatu kebahagiaan bersama.
4. Kalau kapitalisme lebih dikonotasikan
keserakahan (karena alat-alat produksi bebas dikuasai segelintir orang), maka
sosialisme ingin mengoreksi dengan jalan menguasai sarana-sarana produksi serta
pembagian hasil produksi secara merata.
5. Kalau kapitalisme mengeksploitasi buruh,
maka sosialisme hendak melawannya dengan meniadakan antarkelas.
6. Tindak lanjut dari ekstrim sosialisme
adalah Komunisme, yang lebih kepada upaya antisipasi persaingan bebas ekonomi
antara kelas borjuis (kelas atas) dan kelas proletar (kelas menengah kebawah).
Persaingan Terkendali
Berdasarkan
sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat
alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik.
Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi; kecuali
untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan
bukan pula sosialisme.
Sehubungan
dengan persaingan antarbadan-usaha, tidak terdapat rintangan bagi suatu
perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun untuk menghindari
persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang sudah jenuh, pemerintah
mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang usaha.
Jadi
pada kesimpulannya, bahwa iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis
di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang
terencana-terkendali.
Kadar Kapitalisme Dan Sosialisme
Unsur-unsur
kapitalisme dan sosialisme terkandung dalam pengorganisasian ekonomi indonesia.
Seseorang bisa melihat dari dua pendekatan. Pertama adalah dengan pendekatan
faktual-struktural, yakni setelah menelaah peranan pemerintah atau negara dalam
struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah, dengan menelusuri
bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk
mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan
faktual-struktural, dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian yang berumuskan
Y = C + I + G + (X – M). Dalam formula ini berarti produk atau pendapatan
nasional dirinci menurut penggunaan atau sektor pelakunya. Kesamaan ini
merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan
pengeluaran.
Dengan
pendekatan dapat dipelajari, betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah
dapat menerima pengelolaan makroekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme
ataupun sangat bisa ke sosialisme.
sumber: