1. Pengertian dan tujuan pelatihan
Pelatihan
adalah pengembangan ketrampilan,baik ketrampilan teknik maupun non teknik yang
mampu menjadikan seseorang menjadi terampil
dalam bidang tertentu yang diinginkan dan
mengerti tata cara kerja dan peraturan
kerja, keselamatan kerja serta diselenggarakan dalam
waktu yang singkat dan lebih mengutamakan praktek
dari pada teori.
Secara umum
menurut Moekijat, tujuan latihan adalah
a.
Untuk
mengembangkan keahlian sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif.
b.
Untuk
mengembangkan pengetahuan sehingga pekerjaan
dapat diselesaikan secara rasional
c.
Untuk
mengembangkan sikap sehingga menimbulkan kemajuan kerja sama dengan teman-teman
karyawan dan pimpinan.
d.
Untuk
memberikan intruksi khusus guna melaksanakan
tugas-tugas dari suatu jabatan tertentu.
e.
Untuk
membantu karyawan menyelesaikan pekerjaan yang baru
dan untuk memberikan kepadanya beberapa
ide mengenai latar belakang pekerjaan.
f.
Untuk
membantu pegawai dalam menyesuaikan diri dengan
metode-metode dan proses yang baru yang terus
menerus diadakan.
2.
Kapan pelatihan diperlukan?
a.
Saat Penerimaan
Karyawan Baru
Mengapa Perlu Dilakukan Manajemen
Training Saat Menerima Karyawan Baru? Hal Ini Diperlukan Agar Calon Karyawan
Mendapatkan Gambaran Profil Perusahaan Secara Keseluruhan Baik Visi, Misi,
Kultur Dan Prinsip Serta Peraturan Perusahaan. Ini Akan Dijelaskan Sebelum
Pemberian Materi.
Lalu, Calon Karyawan Yang Mengikuti
Manajemen Training Tentunya Akan Diberi Pelatihan On The Job Training Dan
Ditempatkan Di Beberapa Bidang. Dengan Demikian, Calon Karyawan Dapat Dinilai
Oleh Anda Lebih Cocok Di Tempatkan Di Bidang Apa Saat Sudah Bekerja Nanti Serta
Juga Membantu Anda Menilai Bagaimana Kecocokan Dan Ketahanan Calon Karyawan
Saat Diberi Tekanan Dan Maupun Beradaptasi Dengan Kultur Perusahaan.
b.
Saat Membutuhkan Regenerasi Karyawan
Regenerasi Karyawan Dalam Artian
Penyaringan Sekaligus Mengupgrade Karyawan Yang Telah Bekerja Di Perusahaan Anda
Agar Dapat Dipromosikan Ke Tahap Eksekutif Perusahaan. Tujuan Manajemen
Training Untuk Karyawan Adalah Agar Menguji Sekaligus Membantu Mereka Untuk
Belajar Hal-Hal Lain Selain Bidang Pekerjaannya Agar Menggali Potensi Dari
Karyawan Tersebut. Bukan Hanya Menguji Namun Juga Membantu Karyawan Menemukan
Ketrampilan Terpendam Dan Bakat Yang Ia Miliki.
Melalui Manajemen Training Ini Akan
Dihasilkan Bibit-Bibit Unggul Yang Siap Untuk Ditempatkan Pada Bidang-Bidang
Krusial Dan Professional. Manajemen Training Merupakan Wadah Untuk Karyawan
Kembali Belajar Dan Mengasah Diri Serta Bagi Perusahaan Untuk Meregenerasi
Karyawan Dan Menemukan Potensi Baru Dari Diri Karyawannya.
c.
Saat Penerapan Sistem Baru Di Perusahaan
Sistem Merupakan Tulang Punggung Dari
Sebuah Perusahaan. Tanpa Sebuah Sistem, Perusahaan Tidak Akan Berjalan Dengan
Baik. Apabila Ada Penerapan Sistem Baru Misalnya Perubahan Sistem Dari Manual
Ke Komputerisasi. Hal Ini Tentu Harus Diajarkan Terlebih Dahulu Ke Level
Manajer Agar Nantinya Dapat Diturunkan Ke Level Di Bawahnya. Apabila Manajer
Tidak Mengerti Bagaiman Ia Bisa Mengatur, Menjelaskan Dan Membantu Dalam
Pemecahan Masalah Karyawan. Sistem Sangat Mempengaruhi Keseluruhan Perusahaan
Sehingga Wajib Dilakukan Manajemen Training Untuk Mempelajari Sistem
Komputerisasi Yang Baru.
3.
Jenis program pelatihan dan pengembangan
a.
Skill Training (Pelatihan
Keahlian)
Pelatihan keahlian atau skill training
merupakan jenis pelatihan yang sering dilakukan pada setiap perusahaan. Program
skill training relatif sederhana seperti menilai kebutuhan atau kekurangan dan
kemudian diidentifikasi melalui penilaian yang teliti.
b.
Retraining
(Pelatihan Ulang)
Pelatihan ulang atau retraining yaitu
memberikan keahlian yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menghadapi tuntutan
kerja yang berubah-ubah. Melalui hal ini, karyawan dapat lebih percaya diri
dalam menyelesaikan pekerjaan.
c.
Cross Functional Training
Cross functional training atau
pelatihan lintas fungsional adalah pelatihan yang melibatkan karyawan untuk
melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain pekerjaan yang
ditugaskan. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan juga
sinergitas antara fungsional satu dengan lainnya.
d.
Team Training (Pelatihan
Tim)
Pelatihan tim dilakukan dengan bekerja
sama yang terdiri dari sekelompok individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi
tercapainya tujuan bersama dalam sebuah tim kerja. Pelatihan tim biasanya
dilakukan di luar ruangan dengan menerapkan beberapa permainan namun tidak
jarang pelatihan tim juga dilakukan di dalam kantor.
e.
Language Training
Pelatihan Bahasa menjadi penting karena
di masa depan atau bahkan saat ini beberapa perusahaan lokal sudah terhubung
dengan perusahaan asing. Dengan adanya pelatihan bahasa maka karyawan dapat
meningkatkan komunikasi bahasa asing dan dapat memberikan value tambahan
pada karyawan.
f.
Technology Training
Beberapa perusahaan atau fungsi pasti
menerapkan teknologi. Misalnya saja digital marketing, developer,dan juga
administrasi. Pelatihan teknologi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas
dan keahlian karyawan.
g.
Creativity Training
Pelatihan kreativitas atau creativity training yaitu
pelatihan dengan memberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin
berdasarkan pada nilai rasional. Gagasan tersebut nantinya dapat dikembangkan
untuk membangun perusahaan yang lebih baik.
4.
Orientasi pekerja baru
Orientasi karyawan adalah proses
menyediakan karyawan baru informasi-informasi yang secara ideal harus diketahui
oleh karyawan, terutama latar belakang perusahaan, yang dapat membantu
menumbuhkan engagement karyawan baru pada perusahaan.
5.
Pelatihan dan tahapan-tahapannya
a.
Analysis
Pada tahap ini, HR harus menganalis
kebutuhan pelatihan disesuaikan dengan kompetensi karyawan. Namun perlu
diperhatikan, bahwa pelatihan dibuat bertujuan untuk rencana strategis (jangka
panjang) atau rencana saat ini (current).
b.
Design
Desain berarti merencanakan program
pelatihan secara keseluruhan, termasuk objektif, metode penyampaian, dan
evaluasi program.
c.
Develop
Tahapan ini, berarti membuat instruksi
atau arahan. Dalam hal ini HR perlu membuat konten dan materi program
pelatihan, mendesain bagaimana metode instruksional yang spesifik (apakah
dengan lecture, case study, atau Web), memikirkan peralatan dan
perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelatihan (iPad atau slide).
d.
Implementation
Tahap implementasi, HR harus
mengembangkan prosedur untuk melatih fasilitator dan karyawan. Prosedur untuk
fasilitator mencakup kurikulum pelatihan, metode pelatihan yang digunakan, dan
sistem pengujian. Sedangkan prosedur untuk karyawan mencakup persiapan karyawan
saat menggunakan alat pelatihan (penggunaan iPad atau PC).
e.
Evaluation
Evaluasi menjadi tahapan yang penting
bagi HR. Karena pada tahan inilah HR dapat melihat bagaimana hasil dari
pelatihan yang diberikan kepada karyawan. Mengukur hasil dari pelatihan dapat
dilakukan dengan dua cara:
1)
Time
Series
Perbandingan performance karyawan sebelum
dan setelah program pelatihan.
2)
Controlled
Experimentation
Perbandingan performance pada
karyawan yang tidak mendapat pelatihan dengan yang sudah mendapat program
pelatihan.
6. Pelatihan Formal dan
Non-Formal
a.
Pelatihan
Formal
Pelatihan formal adalah pelatihan yang
dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi atau perusahaan untuk para
karyawan. Pelatihan jenis ini biasanya dilakukan secara teratur, terjadwal
dengan mengacu pada kurikulum-silabus yang sudah ada. Kurikulum silabus disusun
berdasarkan kebutuhan pelatihan yang sudah dikaji sebelumnya, sehingga materi
pelatihan itu benar-benar berkaitan dan dapat meningkatkan kemampuan
pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan. Metode
pelatihan formal :
1)
Belajar
mandiri
2)
Metode
belajar dikelas/ceramah
3) Pelatihan ditempat kerja ( on the job
training)
4) Unjuk kerja
5)
Simulasi
6)
istem
magang
7)
Pelatihan
vestibule
8) Bermain peran
9)
Telaah
kasus
10) Pelatihan laboratorium
b.
Pelatihan
Non Formal
Pelatihan nonformal adalah pelatihan
yang diadakan untuk melengkapi pelatihan formal. Pelatihan formal tidak selalu
dapat dilakukan, karna ia memerlukan biaya yang besar, waktu yang lama, dan
tenaga kerja yang harus dibayar mahal dan sebagainya. Salah satu jenis
pelatihan nonformal disebut Built In training (BIT ) atau pelatihan melekat
merupakan pelatihan yang berkesinambungan dan melekat dengan tugas setiap
atasan, untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugasnya
sesuai dengan standar uraian pekerjaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
7.
Pelatihan
Supervisor, Pengembangan Team dan Pengembangan Organisasi
Para manager dan supervisor organisasi
bertanggung jawab tidak hanya bagi kinerja mereka sendiri, tetapi juga bagi
kinerja dari para pekerjanya sendiri. Akibatnya tujuan dari pelatihan supervisi
adalah untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan pengawasan atau supervisi
dan manajemen supaya membantu menejemen kepegawaian untuk melaksanakan
pekerjaan melalui orang lain dan untuk membantu pegawai-pegawai dari manager
dan supervisor agar bekerja lebih baik dan tangkas. Jenis-jenis
a.
Organization
development
Para manager dan supervisor tidak hanya
bertanggung jawab pada pelatihan terhadap para pegawai secara perorangan untuk
meningkatkan keteramplan kerja mereka, tetapi juga membantu meningkatkan
kualitas hubungan kerja dari para pegawai. Ciri-ciri
organization development:
1)
Change
oriented.
2)
Action
orinted.
3) Aimed at employees.
b.
Sensitivity
training
Hubungan-hubungan kerja dalam kelompok
kecil dan action research yang didasarkan pada pengumpulan data dan pengumpanya
kembali kepada para peserta guna memampukan mereka untuk merubah perilakunya
sendiri. Organisasi development
memusatkan diri pada variable-variable proses yang terdiri dari interaksi
manusiawi ketimbang dari hasil kerja itu sendiri.
8.
Arti dan
Pentingnya Pengembangan SDM
a.
Sumber
Daya Manusia Pendidikan
Untuk menciptakan sumber daya manusia
yang handal, faktor pendidikan adalah faktor utama untuk mencetaknya. Untuk itu
pelaku-pelaku pencerdas generasi bangsa ini adalah mereka yang benar-benar
berkompetensi di bidangnya. Keberadaan guru dan dosen memegang peranan penting
dalam proses pembelajaran masyarakat. Dari kerja keras guru dan dosen yang
profesional maka tidak mustahil jika hasil yang dicapai juga akan baik bagi
peningkatan sumber daya manusia.
b.
Sumber
Daya Manusia Pertanian
Peningkatan kualitas sumber daya
manusia di bidang pertanian terus dilakukan oleh pemangku kebijakan (stakeholder)
dalam hal ini adalah Departemen Pertanian RI. Pembangunan di sektor Pertanian
meliputi peningkatan kualitas SDM petani melalui penyuluhan tata cara bertani
yang baik, merupakan program DEPTAN dalam meningkatkan keterampilan dan
pemahaman tentang pertanian pada para petani.Bidang usaha yang paling maju di
Indonesia adalah bidang pertanian. Maju dalam arti paling dahulu diusahakan,
jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam usaha itu paling banyak, serta
pengalaman bangsa Indonesia di bidang ini tentunya paling banyak.
c.
Sumber
Daya Manusia Bidang Kesehatan
Terdapat
3 simpul permasalahan SDM Kesehatan yaitu :
(1)
masalah keterkaitan antara tugas jabatan dengan kompetensinya,
(2)
masalah pengelolaan yang variatif khususnya dalam bidang reward,
yang tergantung padakemampuan daerah,
(3)
masalah ketidakseimbanganantara rekruitmen, pendayagunaan dan
pembinaan
di berbagaidaerah khususnya daerah terpencil.
9.
Pengembangan
SDM melalui Diklat
Dari sudut pandang langsung organisasi,
pengembangan seseorang di tempat kerja dapat membantunya lebih kompeten
melakukan pekerjaan. Ini akan makin meningkatkan mutu produktivitas diri
produktivitas organisasi. Pengembangan SDM yang ada jauh lebih murah daripada
merekrut dan mendidik pegawai baru, investasi pengembangan SDM akan mengurangi
biaya operasi organisasi dan mampu menghasilkan kepuasan masyarakat yang lebih
besar. Mengapa pelatihan dan pengembangan SDM begitu penting?..jawaban yang
paling sederhana adalah jika organisasi pemerintah tidak mengembangkannya, maka
organisasi akan kehilangan potensi pegawainya.
Organisasi yang tidak memberi harapan
bagi orang-orang yang mempunyai keterampilan kemungkinan hanya akan memiliki
pegawai yang tidak terampil dan tidak dapat diandalkan. Dalam kata – kata yang
lebih positif, organisasi yang berkembang adalah organisasi yang pengembangan
SDM nya terus menerus.
Strategi yang dapat ditempuh dalam
pembinaan pengembangan SDM aparatur dimulai dari pengkajian kebutuhan
diklat (need assesment) untuk suatu program, persiapan dan pelaksanaan
pendidikan, evaluasi pasca pelatihan, pemberdayaan serta dukungan anggaran yang
memadai.
10. Pengembangan Melalui Penugasan
Untuk mengembangkan potensi pegawai
melalui penugasan pada jabatan-jabatan dari yang sederhana sampai yang
kompleks. Disamping itu bagi para pegawai juga diikut sertakan dalam pendidikan
dan pelatihan.
Apabila pegawai dilatih dan selama
proses latihan atau pengembangan, pegawai diberitahu atau ditambah
pengetahuannya bagaimana cara terbaik dalam melakukan sesuatu pekerjaan atau
kegiatan tertentu. Bila cara terbaik untuk mengerjakan sesuatu itu benar-benar
dikuasai oleh pegawai yang bersangkutan, maka dalam melaksanakan pekerjaan itu
dia akan lebih efisien mengerjakannya jika dibandingkan dengan cara
mengerjakannya sebelum ia mengikuti latihan yang bersangkutan.
Selanjutnya pegawai yang lebih trampil
atau lebih mempunyai pengetahuan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan oleh
pimpinan tidak perlu selalu mengawasinya. Jika pegawai dilatih atau
dikembangkan yang salah satu tujuannya agar pimpinan dapat mengurangi
pengawasannya terhadap pegawai tersebut.
Program-program pendidikan dan
pengembangan SDM diarahkan pada pemeliharaan dan peningkatan kinerja pegawai.
Program pendidikan adalah suatu proses yang di desain untuk memelihara ataupun
meningkatkan kinerja pegawai. Program pengembangan adalah suatu proses yang
didisain untuk mengembangkan kecakapan yang diperlukan bagi aktivitas kerja
dimasa datang. Ada perbedaan pengertian antara peningkatan dengan pengembangan
kinerja pegawai. Peningkatan mengacu pada kuantitas, yaitu meningkatnya
kemampuan baru bagi pekerja.
11. Pengembangan Melalui mutasi atau Promosi
Promosi adalah penghargaan dengan
kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam
pemerintahan maupun non pemerintah (swasta). Menurut Husein (2003) seseorang
yang menerima promosi harus memiliki kualifikasi yang baik dibanding
kandidat-kandidat yang lainnya. Terkadang jender pria wanita serta senioritas
tua muda mempengaruhi keputusan tersebut. Hal inilah yang banyak diusahakan
oleh kalangan pekerja agar bias menjadi lebih baik dari jabatan yang sebelumnya
ia jabat. Dan juga demi peningkatan dalam status social. Promosi merupakan
kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih
baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi
atau perusahaan.
Mutasi atau transfer menurut Wahyudi
(1995) adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang
memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami
pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya
adalah sama seperti sedia kala. Mutasi atau rotasi kerja dilakukan untuk
menghindari kejenuhan karyawan atau pegawai pada rutinitas pekerjaan yang
terkadang membosankan serta memiliki fungsi tujuan lain supaya seseorang dapat
menguasai dan mendalami pekerjaan lain di bidang yang berbeda pada suatu
perusahaan. Transfer terkadang dapat dijadikan sebagai tahapan awal atau batu
loncatan untuk mendapatkan promosi di waktu mendatang. Hakekatnya mutasi adalah
bentuk perhatian pimpinan terhadap bawahan. Disamping perhatian internal, upaya
peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah bagian terpenting dalam seluruh
pergerakan yang terjadi dalam lingkup kerja pemerintahan.
12. Pengembangan Melalui Waskat
Untuk
menciptakan pengendalian manajemen yang memadai, digunakan delapan unsur Waskat
dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran satuan organisasi / kerja. Delapan
unsur Waskat tersebut adalah pengorganisasian,personil, kebijakan, perencanaan,
prosedur, pencatatan, pelaporan,supervisi dan reviu intern. Pimpinan organisasi
wajib melakukan evaluasisecara terus menerus terhadap pelaksanaan unsur Waskat
dengan menggunakan beberapa metode seperti lembar periksa (checklist ), jajak
pendapat, bagan arus (flowchart ) dan wawancara.