Peran Penting Organisasi Dalam Berbisnis
Organisasi memiliki peran yang penting dalam berbisnis,
maka dari itu hal ini menjadi suatu
point yang harus dimiliki terutama oleh pemula. Dalam organisasi ada beberapa
hal yang secara langsung menjadi bahan pelajaran. Pada dasarnya antara bisnis
yang dibuat dengan suatu sistem organisasi tergolong memiliki kemiripan kinerja
atau aplikasi. Maka dari itu seseorang yang memiliki pengalaman berorganisasi
akan lebih cepat menyesuaikan diri pada
aktivitas usaha yang dipilih untuk menjadi bisnisnya. Secara garis besar
beberapa penerapan dilakukan dengan cara yang sama antara organisasi dengan
berbisnis bahkan secara prinsip. Sedangkan hal yang membedakan adalah jenis
kegiatan yang tentunya adalah tujuannya. Pada bisnis berorientasi pada
keuntungannya. Sehingga upayanya jelas untuk mendapatkan keuntungan, namum ada
proses yang dapat di adopsi dan saling melengkapi yaitu tentang mempertahankan
kesatuan, keberadaan atau eksistensi diantara keduanya memiliki cara yang sama
yaitu mengutamakan ide inovatif dan kreatif.
Dalam berbisnis, komunikasi menjadi hal
yang sangat penting dan krusial, komunikasi ini terjadi dengan banyak individu
berbeda sebagai partner. Maka memahami sedikit karaakter merupakan pola awal
yang harus diterapkan dalam sebuah
bisnis. Karena keterlibatan individu yang berbeda inilah perlu adanya
penyesuaian pola komunikasi agar dapat terjalin sebuah komuikasi yang baik.
Kunci utaamanya adalah bagaimana cara
paling tepat untuk berkomunikasi yang satu dengan yang lainnya. Bersama team
yang memiliki basic organisasi dalam bisnis akan berpengaruh positif dan
memudahkan cara berkomunikasi terkait masalah penyampaiannya. Hal ini sangat
berpengaruhterhadap eksistensi bisnis yang dijalani. Karena dalamberbisnis ada
proses yanng disebut lobying atau diskusi mengenai penawaran dan juga berbagai
upaya dan solusi bisnis. Biasanya kegiatan ini melibatkan banyak pihak terkait
bahkan tidak hanya dalam satu tim bisnis
melainkan calon partner dan juga kalangan bisnis lainnya. Karena itu
memperhatikan latar belakang ketika berkomunikasi akan memberi pengaruh positif
dalam jalannya proses bisnis.
Penyebab Masalah Organisasi Semakin Bertambah
Seiring Dengan Perkembangan Bisnis
Dalam dunia bisnis, para pebisnis yang bermain di
dalamnya sering menghadapi permasalahan ketidakpastian yang bisa ditimbulkan
dari berbagai hal. Seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.
Peristiwa-peristiwa seperti bencana alam, meningkatnya kemiskinan masyarakat,
menjadi permasalahan-permasalahan sosial yang berdampak pada dunia binis.
Lingkungan sosial merupakan salah satu lingkungan yang berpengaruh kuat
terhadap aktivitas bisnis, yang akan menentukan apakah bisnis tersebut akan
berhasil atau tidak.
Bisnis sebagai suatu entitas, letaknya berada di
tengah-tengah lingkungan bisnis, dimana setiap perubahan dalam lingkungan
tersebut akan mempengaruhi cara-cara dalam bertindak. Perubahan yang terjadi
juga mempengaruhi kemampuan adaptasi organisasi, yang pada akhirnya akan
menentukan kesuksesan atau kegagalan bisnis. Salah satu aspek dari lingkungan
bisnis adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial mempunyai arti yang sangat
penting dalam dunia bisnis. Apabila lingkungan sosial bersifat kondusif (mendukung),
maka hal tersebut akan mendorong organisasi untuk melakukan keputusan
berinvestasi pada lingkungan yang dirasakannya sesuai. Namun sebaliknya, jika
lingkungan sosial tidak mendukung, maka organisasi harus berhati-hati dalam
mengambil keputusan berinvestasi.
Lingkungan sosial merupakan aspek-aspek dari interaksi
manusia melalui kelompok, apakah itu dekat ataupun jauh, yang dapat berpengaruh
pada kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan (Ancok, 2009). Interaksi sosial
tidak akan terjadi bila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: adanya kontak sosial
(social contact) dan adanya komunikasi (communication). Menurut
para ahli sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation),
persaingan (competition), akomodasi (accomodation), dan dapat
juga berbentuk pertentangan (conflict). Terdapat empat cara untuk
menyikapi dampak perubahan lingkungan sosial terhadap aktivitas bisnis.
Pertama, bahwa perubahan lingkungan sosial secara alamiah menimbulkan peluang
maupun ancaman terhadap aktivitas bisnis. Kedua, perubahan lingkungan sosial
digunakan oleh organisasi sebagai faktor penentu untuk membuat keputusan
berinvestasi. Ketiga, perubahan lingkungan sosial mempengaruhi keputusan
organisasi untuk menjalankan bisnis di lokasi tertentu. Dan yang terakhir
adalah, perubahan yang ada menuntut organisasi untuk menerapkan cara berpikir
baru dalam menjalankan bisnis. (Ancok, 2009).
Dengan penjelasan pada bahasan lingkungan sosial dalam
dunia usaha, patut pula diperhatikan mengenai kelompok sosial dan gaya hidup
dalam masyarakat. Kelompok-kelompok dan gaya hidup yang berkembang dalam
masyarakat ini, tentu menentukan keberlangsungan bisnis, sebagai suatu proses
yang tidak pernah lepas dari lingkungannya. Dampak dan pengaruh dari lingkungan
sosial terhadap dunia bisnis ini seharusnya menjadi perhatian para pebisnis
dalam menjalankan usahanya.
Sebaliknya, unia usaha pun dipahami memiliki dampak dan
pengaruh balik terhadap lingkungan sosial. Dampak dari dunia usaha banyak
mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum baik langsung maupun tidak
langsung. Baik masyarakat perkotaan dimana dunia industri berlokasi, maupun
masyarakat luas pada umumnya sebagai distribusi dan target pemasaran produk
dari dunia usaha tersebut.
Globalisasi adalah issue yang besar yang bergaung sekian
tahun terakhir. Dengan makin berkembangnya jaringan informasi dan teknologi
maka makin terbukalah gerbang globalisasi dan makin kaburlah batas-batas antara
negara dan antar masyarakat. Globalisasi membawa pengaruh yang besar dalam
kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Informasi dan teknologi yang masuk
tanpa batas merupakan faktor-faktor yang mendukung dalam dunia bisnis. Sehingga
dengan berkembangnya kedua hal tersebut maka berkembang juga dunia bisnis yang
ada di Indonesia.
6
Tipe atau Bentuk
Organisasi
Pada saat ini Tipe atau Bentuk Organisasi
terdapat 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan.Berikut ini adalah
definisi Tipe atau Bentuk Organisasi menurut beberapa ahli adalah:
1. ORGANISASI LINI/GARIS (LINE ORGANIZATION)
Organisasi Lini/Garis diciptakan oleh Henry
Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan
langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan
tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu
dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau
komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi
Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai
Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Ciri-ciri Organisasi Lini adalah :
·
Hubungan antara atasan dan bawahan masih
bersifat langsung dan memilikiJumlah karyawan yang sedikit.
·
Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
·
Belum terdapat spesialisasi Masing-masing
kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang
pekerjaan
·
Struktur organisasi sederhana dan stabil
Organisasi tipe garis ini biasanya diterapkan kepada organisasi kecil yang
disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF
ORGANIZATION)
Organisasi Garis dan Staf diciptakan oleh
Harrington Emerson. Organisasi Garis dan Staf Merupakan bentuk organisasi yang
mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi garis seperti adanya pengawasan
secara langsung, serta mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi staf
seperti adanya spesialisasi kerja. Organisasi Garis dan Staf merupakan
kombinasi dari organisasi lini dan azas komando dipertahankan tetapi dalam
kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan untuk
memberi masukan, bantuan pikiran, saran-saran, dan data informasi yang
dibutuhkan.
Memiliki Ciri-ciri:
·
Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat
langsung
·
Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
·
Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan
staff
·
Jumlah karyawan banyak Organisasi besar,
bersifat komplek adanya spesialisasi.
3.
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL
ORGANIZATION)
Organisasi Fungsional diciptakan oleh Frederick
W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan pada sifat dan macam-macam
pekerjaan yang harus dilakukan. masalah pembagian kerja merupakan masalah yang
menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki Ciri-ciri:
·
Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat
dibedakan
·
Bawahan akan menerima perintah dari beberapa
atasan
·
Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
·
Target-target jelas dan pasti Pengawasan ketat
·
Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi
4.
ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL (LINE AND
FUNCTIONAL ORGANIZATION)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari
pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit (Kepala Bagian) untuk
mengambil keputusan dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan
tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang
melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada
kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau ting4katan.
Memiliki Ciri-ciri:
– Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas
pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
– Terdapat spesialisasi yang maksimal dan
tidak menonjolkan perbedaan tingkatan dalam pembagian kerja
Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional :
5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF
(LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORGANIZATION)
Organisasi ini merupakan perkembangan lebih
lanjut atau merupakan gabungan dari organisasi yang berbentuk lini fungsional
dan staf..
Memiliki Ciri-ciri:
·
Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
·
Jumlah karyawan banyak.
·
Mempunyai unsur karyawan pokok: Karyawan
dengan tugas pokok (line personal), Karyawan dengan tugas bantuan (staff
personal), Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)
6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORGANIZATION)
Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan
tugas tertentu lainnya dilaksanakan secara kolektif. Organisasi komite terdiri
dari :
·
Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu
para anggotanya mempunyai wewenang lini.
·
Staff Committee, yaitu orang – orang yang
hanya mempunyai wewenang staf
Memiliki ciri-ciri :
·
Adanya dewan dimana anggota bertindak secara
kolektif
·
Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama
dari masing-masing anggota dewan.
·
Asas musyawarah sangat ditonjolkan
·
Organisasinya besar & Struktur tidak
sederhana
·
Biasanya bergerak dibidang perbankan,
asuransi, niaga.
Sumber Referensi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar