Arti dan Pentingnya Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu
dri daya pikr dan daya fisik yang dimiliki oleh setiap individu. Daya pikir
adalah kecerdasan yang dibawa lahir, sedangkan kecakapan diperoleh usaha. Daya
fisik diartikan sebagai kekuatan dan ketahanan untuk melakukan pekerjaan yang
berat dan lama.
Cara meningkatkan daya pikir dan daya fisik
1. Meningkatkan Daya
Pikir
a.
Makan makanan yang bergizi tinggi
b.
Pemeliharaan kesehatan yang baik
c.
Pendidikan formal dan informal
d.
Mengikuti diskusi dan seminar-seminar
2. Daya Fisik
a.
Makan makanan yang bergizi tinggi
b.
Pemeliharaan kesehatan yang baik
c.
Olahraga yang baik dan teratur
d.
Mengikuti pertandingan-pertandingan
Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan Sumber Daya
Manusia atau Human resources Planning disingkat PSDM merupakan fungsi pertama
dan utama dari Manajemen Sumber Daya Manusia.
PSDM diproses oleh perencana (planner) dan hasilnya
menjadi rencana (plan). Dalam rencana ditetapkan tujuan
dan pedoman pelaksanaan serta menjadi dasar kontrol.
Tanpa rencana, kontrol tak dapat
dilakukan, dan tanpa kontrol, pelaksanaan
rencana baik ataupun salah tidak dapat
diketahui.
Tujuan
Perencanuan SDM
a.
Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan yang
akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan.
b.
Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun
masa depan, sehingga setiap pekerjaan ada yang
mengerjakannya.
c.
Untuk menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang
tindih dalam pelaksanaan tugas.
d.
Untuk mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi
(KIS) sehingga produktivitas kerja meningkat.
e.
Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan karyawan.
f.
Untuk menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan,
seleksi, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan, kedisiplinan, dan
g.
pemberhentian karyawan.
h.
Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutase (vertikal
atau horizontal) dan pensiun karyawan.
i.
Menjadi dasar dalam melakukan penilaian karyawan.
Metode, Informasi, dan Peramalan PSDM
Metode
PSDM
Metode PSDM, dikenal atas metode nonilmiah dan.metode
ilmiah. Metode onilmiah
diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas
pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari
perencanaannya saja. Rencana SDM
semacam ini risikonya cukup besar, misalnya
kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan
kebutuhan perusahaan. Akibatnya, timbul
mismanajemen dan pemborosan yang merugikan
perusahaan. Metode Ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM
dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data,
informasi, dan peramalan-peramalan (forecasting) Pada metode
ilmiah ini, data dan informasinya harus akurat,
serta analisis yang baik dan benar.
Data adalah kejadian-kejadian
nyata pada masa lampau, baik data sekunder maupun data primer.Informasi adalah hasil
proses data serta memberikan informatif kepada penerimanya. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan dalam keputusankeputusan sekarang atau keputusan-keputusan akan dating.
Perencanaan SDM barn dapat
dilakukan dengan baik dan benar jika informasi tentang job analysis, organisasi, dan situasi persediaan tenaga kerja diperoleh. dari
perencananya. Rencana SDM semacam ini risikonya
relatif kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan
terlebih dahulu.
Job
Analysis
a.
Job analysis, memberikan
informasi tentang aktivitas pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan,
persyaratan personalia, perilaku manusia,dan alatalat yang dipergunakan.
b.
Job description, memberikan informasi tentang tugas-tugas
dan tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan.
c. Job
specification,
memberikan
informasi tentang kualifikasi-kualifikasi SDM yang akan
menjabat suatu jabatan.
d.
Job evaluation memberikan
informasi mengenai berat-ringannya pekerjaan, risiko pekerjaan,
dan gaji jabatan.
e.
Job enrichment memberikan
informasi untuk memperkaya pekerjaan pada suatu jabatan
tertentu yang sifatnya vertikal.
f.
Job enlargement memberikan
informasi untuk memperkaya jenis pekerjaan yang sifatnya
horizontal.
g.
Work simplification memberikan
informasi untuk spesialisasi pekerjaan, karena perkembangan perusahaan.
Organisasi
Organisasi
memberikan informasi tentang hal-hal berikut.
a.
Tujuan yang ingin dicapai, apakah laba atau memberikan
pelayanan.
b.
Jenis
organisasi, apakah organisasi lini, lini dan staf, fungsional,
atau komite.
c.
Dasar pendepartemenan dan struktur organisasi.
d.
Rentang kendali setiap departemen/bagian.
e.
Kepemimpinan organisasi, individu, atau kolektif.
f.
Jumlah karyawan dan perincian manajerial dan operasional.
g.
Jenis-jenis authority yang didelegasikan dalam organisasi.
h. Tingkat-tingkat
posisi pejabat.
Situasi
Persediaan Tenaga Kerja
a.
Situasi persediaan tenaga kerja memberikan informasi tentang hal-hal berikut.
b.
Persediaan tenaga kerja dan tingkat kemampuan SDM.
c.
Jenis jenis, susunan umur, tingkat pendidikan, serta penyebaran atau pemerataan tenaga kerja.
d.
Kebijaksanaan perburuhan dan kompensasi pemerintah.
e.
Sistem, kurikulum, dan tingkat-tingkat pendidikan SDM.
Peramalan
Perencana SDM
yang baik adalah jika ia dapat meramalkan masa
depan dengan cara memproyeksikan hasil analisis
informasi yang diperolehnya. Apabila ramalan-ramalannya
mendekati kebenaran, rencana itu baik dan benar,
karena la dapat membaca situasi masa yang akan
datang dengan baik. Tujuan peramalan antara lain, untuk hal-hal
berikut.
a.
Meramalkan kebutuhan dan persediaan tenaga kerja yang
ada.
b.
Meramalkan kemajuan perusahaan dan teknologi sehingga
harus dilaksanakan pelatihan dengan kurikulum yang
tepat.
c.
Meramalkan kemajuan pendidikan dan peningkatan kemampuan
SDM.
d.
Meramalkan kebutuhan akan jenis-jenis kecakapan yang
berlainan dan jenis SDM (pria-wanita) pada masa yang akan
datang.
e. Meramalkan
kebijaksanaan perburuhan pemerintah, seperti usia,
UMR, dan jam kerja.
Perencanaan Prosedur dan Rencana SDM
Perencana (Planner) adalah orang,
baik individu maupun kelompok, yang memproses perencanaan (Planning)
yang
hasilnya menjadi rencana (Plan). Syarat-Syarat
Perencanaan SDM
a.
Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
b.
Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi
tentang SDM.
c.
Harus mempunyai pengetahuan luas tentang Job Analysis, organisasi
dan situasi persediaan SDM.
d.
Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa
mendatang
e.
Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi
masa depan.
f. Mengetahui
secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan
pemerintah.
Prosedur
Perencanaan SDM
a. Menetapkan secara
jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
b. Mengumpulkan data
dan informasi tentang SDM.
c. Mengelompokkan data
dan informasi serta menganalisisnya.
d. Menetapkan beberapa
alternatif.
e. Memilih yang
terbaik dari alternatif yang ada menjadi rencana.
f. Menginformasikan
rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Rencana
SDM
a.
Rencana SDM harus baik dan benar, supaya
b.
pembinaan dan pengarahan karyawan efektifdan efisien
c. dalam melakukan
tugas-tugasnya.
Pentingnya
PSDM
PSDM ini perlu untuk kepentingan
perseorangan, perusahaan, dan nasional. Kepentingan
Perseorangun PSDM penting bagi setiap orang karena dengan PSDM
la dapat menetapkan tujuan yang ingin dicapainya. Untuk mencapai
tujuan atau cita-cita ini maka kegiatankegiatannya akan
lebih terarah, efektif, dan efisien. Selain itu, la dapat
menilai seberapa jauh tujuan yang telah dicapainya
setiap periode.
Kepentingan
Perusahaan
PSDM ini sangat penting bagi setiap perusahaan (organisasi)
untuk dapat meningkatkan daya guna dan hasil guna
dalani mencapai tujuan perusahaan. Dengan PSDM kualitas,
kuantitas, dan penempatan pegawai tepat sesuai
kebutuhan perusahaan. PSDM perusahaan juga akan dapat
menilai apakah perusahaan maju atau tidak, serta apakah
kontrol karyawan dapat dilakukan.
Kepentingan
Nasional
PSDM bagi kepentingan nasional sangat penting karena
kemajuan suatu negara terletak pada keunggulan sumber daya manusianya.
Semakin tinggi mutu SDMnya, kemajuan negara
akan semakin cepat pula. Oleh karena itu, pemerintah
harus merencanakan peningkatan mutu SDM supaya
pembangunan negara berjalan lancar dan cepat. Tanpa
mutu SDM yang baik, sulit bagi negara untuk mencapai
kemajuan yang cepat. Peningkatan mutu SDM hanya dapat
dilakukan dengan adanya PSDM yang baik dan benar.
Perencanaan Fungsi-Fungsi MSDM
a.
Manajemen sumber daya manusia oleh para penulis dibagi
atas beberapa fungsi dengan tujuan sebagai berikut. Analisis
pembahasannya sisternatis, teratur, dan baik sehingga
mudah dipahami.
b. Menjadi pedoman
bagi manajer dalam melaksanakan langkah-langkah kepemimpinannya dibidang sumber
daya manusia.agar setiap fungsi MSDM diterapkan dengan baik dan tepat maka perlu
perencanaan terlebih dahulu.
Audit SDM
Audit SDM
merupakan tindak lanjut dari realisasi perencanaan-perencanaan
yang telah dilakukan. Audit SDM penting dan
mutlak harus dilakukan untuk mengetahui
apakah para karyawan bekerja dengan baik dan berperilaku
sesuai rencana. Pelaksanaan audit SDM ini sangat
penting bagi perusahaan maupun bagi karyawan yang bersangkutan. Kepentingan
Audit bagi Perusahaan
a.
Untuk mengetahui prestasi karyawan.
b.
Untuk menetapkan besarnya kompensasi karyawan bersangkutan.
c.
Untuk mengetahui kreativitas dan perilaku karyawan.
d.
Untuk menetapkan apakah karyawan perlu dimutasi (vertikal
atau horizontal) an atau diberhentikan.
e.
Untuk mengetahui apakah karyawan itu dapat bekerja sama
dengan karyawan lainnya.
Tujuan Audit SDM
a.
Untuk mengetahui apakah pelaksanaan dan hasil kerja karyawan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.
Untuk mengetahul apakah semua karyawan dapat meyelesaikan job description-nya
dengan baik dan tepat waktu.
c.
Sebagai pedoman menentukan besarnya balas jasa kepada setiap karyawan.
d.
Sebagai dasar pertimbangan pemberian pujian dan atau hukuman kepada setiap karyawan.
e.
Sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan mutase vertikal (promosi atau demosi), horizontal, dan atau alih tugas bagi karyawan.
f.
Untuk memotivasi peningkatan semangat kerja, prestasi kerja, dan disiplin
karyawan.
g.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan sedini mungkin dan tindakan perbaikannya dapat dilakukan secepatnya.
h.
Sebagai
dasar pertimbangan ikut sertanya karyawan mengikuti
pengembangan (pelatihan pendidikan).
i.
Untuk memenuhi ego dan kepuasan dengan memperhatikan nilai mereka.
j.
Sebagai pedoman yang efektif dalam melaksanakan seleksi
penerimaan karyawan di masa datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar