Senin, 19 Oktober 2020

Desain Pekerjaan dan Analisis Pekerjaan

 1. Elemen-elemen Disain Pekerjaan :

a.    Elemen Organisasi

Setiap pekerjaan harus dirancang secara efisien sehingga memberikan hasil yang maksimal dari pekerjaan yang dilakukan. Desain pekerjaan harus bisa memanfaatkan sumber daya dan waktu dalam melakukan pekerjaan.

b.    Elemen Lingkungan

Elemen lingkungan memiliki pengaruh bagi organisasi dalam tersedianya sumber daya manusia yang berpotensi, berpendidikan maupun berpengalaman. Elemen lingkungan juga harus memperhatikan pengaruh masyarakat sekitar yang mungkin bisa memberikan pengaruh yang baik bagi organisasi.

c.     Elemen Keprilakuan

Bagaimana seseorang mampu bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan secara bertanggung jawab dan memberikan hasil yang baik bagi organisasi. Organisasi juga harus membuat pekerjaan yang bisa membuat seseorang bisa bekerja dengan senang hati, tidak tertekan, dan tidak bosan.

 

2. Trade-Off Keperilakuan dan efisiensi :

a.      Produktivitas versus spesialisasi:

Tambahan spesialisasi akan menaikkan output sampai pada titik tertentu, apabila ada kenaikan spesialisasi maka output mengalami penurunan, karena adanya kebosanan atas pelaksanaan tugas yang terus menerus. Output dapat ditingkatkan dengan mengurangi spesialisasi pekerjaan.

b.      Kepuasan kerja versus spesialisasi:

Kepuasan kerja akan meningkat sejalan dengan kenaikan spesialisasi, dan tambahan tambahan spesialisasi mengakibatkan kepuasan kerja akan menurun. Pekerjaan tanpa spesialisasi membuat karyawan membutuhkan waktu lama untuk mempelajari pekerjaan tersebut sampai mampu untuk melakukannya. Kepuasan kerja akan menurun karena kurangnya otonomi, variasi dan identitas tugas. Produktivitas terus naik bile kebaikan spesialisasi lebih besar daripada kelemahan akibat ketidakpuasan.

c.       Proses belajar versus spesialisasi:

Pekerjaan yang sangat terspesialisasi lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak terspesialisasi. Proses belajar pada pekerjaan yang terspesialisasi lebih cepat mencapai standar (ditunjukkan oleh garis putus-putus). Pekerjaan yang tidak terspesialisasi memerlukan waktu lebih lama untuk dipelajari.

d.      Perputaran karyawan versus spesialisasi:

Spesialisasi pekerjaan dapat dengan mudah dan cepat dipelajari, tapi biasanya kepuasan yang diperoleh lebih rendah, kepuasan yang rendah ini akan menyebabkan tingkat perputaran tenaga keda tinggi (turn over manpower).

e.     Pengertian Analisis Pekerjaan

Suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai unsur-unsur dan tugas-tugas yang terkandung dalam jabatan

f.     Arti Pentingnya Analisis Jabatan

Analisis jabatan berkontribusi efektif untuk menilai kebutuhan pelatihan dan kinerja dari karyawan yang sekarang sedang menjabat. Proses analisis jabatan menjadi dasar untuk mendesain dan mengembangkan kebijakan dan strategi untuk memenuhi sasaran dan tujuan organisasi.

g.    Tujuan Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan bertujuan untuk menyediakan suatu pemahaman yang mendalam tentang isi dan persyaratan pekerjaan bagi manajemen.

h.    Langkah-langkah Utama dalam Analisis Pekerjaan

1)     Menentukan penggunaan hasil informasi analisi pekerjaan.

2)    Mengumpulkan informasi tentang latar belakang.

3)    Menyeleksi muwakal (orang yang akan diserahi) jabatan yang akan dianalisis.

4)    Mengumpulkan informasi analisis pekerjaan.

5)     Meninjau informasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

6)     Menyusun uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan.

7)     Meramalkan/memperhitungkan perkembangan perusahaan.

 

i.      Jenis Analisis Pekerjaan

1)     Tradisional

a)   Informasi yang dikumpulkan hanya mencakup tanggungjawab, kewajiban dan kualifikasi minimal untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan tertentu.

b)   Tidak dapat digunakan untuk menyusun deskripsi pekerjaan karena tidak terdapat rincian stndar kinerja yang diharapkan.

2)   Berorientasi hasil

a)   Mencakup harapan organisasi terhadap karyawan

b)   Mencakup keterkaitan antara tugas, standar kinerja, kecakapan dan kualifikasi minimal

j.      Sifat dari Analisis Jabatan

Merupakan prosedur untuk menetapkan tugas & tuntutan ketrampilan dari suatu jabatan dan orang macam apa yang akan dipekerjakan untuk itu. Melalui analisis jabatan diperoleh informasi:aktivitas kerja, perilaku manusia, mesin-alat-perlengkapan-bantuan kerja yang digunakan, standar kinerja, konteks jabatan dan tuntutan manusiawiKegunaan dari Informasi analisis jabatan : perekrutan dan seleksi, kompensasi, penilaian kinerja, pelatihan dan memastikan pengangkatan yg lengkap atas semua tugas

k.     Metode Mengumpulkan Informasi Analisis Jabatan

1)    Wawancara : wawancara individual, wawancara kelompok dan wawancara penyelia dengan beberapa pertanyaan khas

2)    Kuesioner : meminta karyawan mengisi kuesioner untuk menggambarkan tugas-tugas yang berkaitan dgn jabatan dan tanggung jawab mereka

3)    Observasi : dapat bermanfaat bila jabatan2 terutama terdr kegiatan yang dapat diobservasi secara fisik (penjaga gedung,pekerja lini perakitan dan pegawai akunting)

4)    Buku Harian (diary/logs) peserta

l.      Klasifikasi Pekerjaan (Job Classification)

1)     Pekerja Tetap

Pekerja yang dalam hubungan kerjanya didasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (“PKWTT”). Patut dipahami, bahwa “waktu tidak tertentu” harus dimaknai sebagai tidak adanya batasan waktu dalam perjanjian kerja bagi pekerja untuk bekerja pada perusahaan.

2)   Pekerja Kontrak

Pekerja kontrak (fixed-term employee) atau kadang disebut juga sebagai “pekerja tidak tetap” merupakan pekerja yang dalam hubungan kerjanya didasarkan pada PKWT. Penentuan batas waktu tersebut jugadiserahkan kepada pekerja dan pengusaha untuk mengaturnya sesuai kesepakatan.

3)  Pekerja Asing

Pekerja asing atau Tenaga Kerja Asing (“TKA”) merupakan WNA pemegang visa yang bekerja di wilayah Indonesia.[3] Penggunaan TKA merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari di tengah era globalisasi dan pasar bebas.

4)  Pekerja Paruh Waktu

Merupakan pekerja yang bekerja di bawah jam kerja normal atau kurang dari 35 (tiga puluh lima) jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.

5)   Pekerja Outsourcing

Dengan dikenalnya sistem alih daya di dalam UU 13/2003, maka pada praktiknya lahirlah istilah pekerja outsourcing. Sedangkan istilah bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja outsourcing disebut sebagai perusahaan outsourcing. Mengingat pekerja outsourcing merupakan pekerja yang diwajibkan UU 13/2003 untuk diikat dengan PKWT atau PKWTT, maka pekerja outsourcing juga merupakan Pekerja Tetap atau Pekerja Kontrak.

m.   Politik Reklasifikasi (The Politics of Reclassification)

Daya tanggap politik mempengaruhi fungsi-fungsi alokasi dari analisis pekerjaan dengan cara mendeskripsikan ramifikasi politik mengenai dua  jenis keputusan reklasifikasi yakni: reklasifikasi yang melibatkan perubahan dalam gaji, relaksifikasi yang menyertakan perubahan status dari suatu posisi pelayanan sipil yang telah diklasifikasikan dalam unit hasil kompromi bersama ke suatu posisi yang dikecualikan (tidak terklasifikasi) atau di luar unit kompromi.

 

 

3. Syarat-syarat Seleksi dan Penempatan

a.      Informasi analisis jabatan, yang memberikan diskripsi jabatan, spesifikasi jabatan dan standar-standar prestasi yang disyaratkan setiap jabatan;

b.      Rencana-rencana sumber daya manusia, yang memberikan informasi kepada manager tentang tersedia / tidaknya lowongan pekerjaan dalam organisasi;

c.       Keberhasilan fungsi rekrutmen, yang akan menjamin manager bahwa tersedia sekelompok orang yang akan dipilih.

 

4. Pengaruh Nilai dan terhadap Seleksi dan Penempatan

Manajemen Sumber Daya Manusia  dalam evolusi teori manajemen, yang dalam perkembangannya tercatat tiga model utama, yakni model klasik, human relations, dan manajemen sumber daya manusia.Nilai-nilai implikasinya dalam MSDM, pengaruh lingkungan (nilai) terhadap MSDM, karena diakui bahwa segala fungsi/aktivitas MSDM sangat sarat akan nilai. Secara eksklusif dan lebih jauh menguraikan nilai affirmative action yang dipandang sebagai manifestasi nilai keadilan sosial.Perencanaan sumberdaya manusia.

 

5. Test Keabsahan (Validation) dan Bentuk-bentuk Keabsahan

a.      Empirical Validation, ini dikenal dengan keabsahan kriteria (criterion validation) yang menghendaki bahwa suatu angka test dalam pengertian statistik dapat dikorelasikan secara signifikan dengan unsur penting dari performansi kerja.

b.      Construct Validation, adalah tes yang mengidentifikasikan ciri-ciri psikologis atau ketangkasan yang dikaitkan dengan keberhasilan kinerja pekerjaan tersebut.

c.       Content Validation, tes ini menuntut adanya kualifikasi minimum yang logis yang dikaitkan dengan kewajiban dari jabatan yang akan ditempati, standar kinerja realistik, ketrampilan, pengetahuan sesuai dengan SKAs.

 

6. Metode-metode Seleksi dan Penempatan

a.    Tinjuan Data Biografis

Tinjuan mengenai pendidikan dan pengalaman dari seorang pelamar, melalui  proses seleksi. Sekalipun pendidikan dan pengalaman bukan merupakan kriteria yang penting, tetapi bisa digunakan untuk tujuan-tujuan penting lain. 

b.    Tes ketangkasan

Tes ketangkasan tidak mahal secara relatif untuk di laksanakan dan dicatat, dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.

c.     Tes kemampuan

Tes ini mengukur luasnya kemampuan umum atau ketrampilan-ketrampilan yang berkaitan dengan tingkat kinerja pekerjaan melalui empirical atau construct validation.

d.     Tes performansi

Semakin dekat test kemampuan merangsang tugas-tugas pekerjaan dan konteks yang aktual. Test tersebut semakin menjadi test performansi. 

e.     Referensi

Referensi merupakan metode seleksi yang penting, dipakai untuk memeriksa pendidikan dan riwayat-riwayat atau untuk memperoleh keterangan tentang kepribadian atau ketrampilan pelamar. 

f.     Evaluasi performansi

Evaluasi performansi sebelumnya sering di pakai untuk menilai potensi bagi penugasan kembali atau promosi, atau bahkan persyaratan bagi lowongan promosi tertentu.

g.    Wawancara

Wawancara-wawancara akan memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengamati kinerja atau penampilan seorang pelamar dan ketrampilan-ketrampilan antar perorangan, dan untuk menanyakan hal-hal yang tidak di muat dalam from-from lamaran.

h.    Pusat-pusat penilaian

Pusat-pusat penilaian berusaha untuk memperkenalkan beberapa pelamar dengan keadaan-keadaan  kerja yang merangsang supaya menekankan kinerjanya pada tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerja.

i.      Masa percobaan      

Masa percobaan memiliki faktor validitas dan reliabilitas yang mungkin tinggi karena metode ini mengukur kinerja aktual pada kerja.

 

7. Kendalan-kendala dalam Memilih Metode Seleksi dan Penempatan

a.    Tingkat validitas yang berbeda dan keterkaitan kerja yang berbeda;

b.    Masing-masing metode mempunyai tingkat reliabilitas atau kekonsistenan angka bagi seorang pelamar dibandingkan waktu;

c.     Metode tersebut mempunyai tingkat biaya yang bervariasi, dari yang mulai tidak mahal hingga biaya yang sangat mahal;

d.     Orientasi nilai (efiensi, kepentingan, keadilan) dari sebuah organisasi juga mempengaruhi dalam pemilihan metode seleksi dan penempatan.

 

 

8. Strategi Validasi test

a.    Perusahaan dapat membuat suatu pilihan strategis yang berfokus pada pendekatan gender dan lingkungan social.

b.    Perusahaan dapat memilih karyawan baru (atau menyewa tenaga kerja kurang terlatih atau yang terlatih dan professional).

c.     Perusahaan membuat keputusan dengan memperhatikan anggaran yang tersedia untuk rekrutmen dan seleksi karyawan.

d.     Perusahaan dapat membuat suatu pilihan strategis untuk mencari sumber tenaga kerja yang belum dimanfaatkan.

e.     Perusahaan membuat keputusan strategis dengan memperhatikan kecanggihan teknologi dari cara baru rekrutmen dan seleksi.

 

 Sumber:

 1. Elemen Dasar Desain Pekerjaan 

2. Trade-off Keperilakuan dan Efesiensi

3. Analisis Pekerjaan

4. Arti Penting Analisis Jabatan

5. Tahapan Analisis Jabatan

6. Metode Mengumpulkan Informasi Analisis Jabatan

7. Klasifikasi Pekerjaan

8. Politik Reklasifikasi

9. Metode Seleksi dan Penempatan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemutusan Hubungan Kerja

 1. Pengertian PHK      P engakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerj...