Senin, 07 Mei 2018

Perkembangan UKM TerhadapPerekonomian Indonesia


LATAR BELAKANG
Indonesia menjadi negara dengan UKM paling optimistis ketiga di Asia, setelah India dan Vietnam, untuk menambah modal usaha padabulan November 2009. Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih. Jumlah tersebut bukan merupakan angka yang kecil bagi kita. Hal itu menunjukkan bahwa minat usaha dari masyarakat kecil di Indonesia sangatlah besar.Namun masih banyak juga masyarakat yang enggan untuk berwirausaha,  karena alasan minimnya modal. Indonesia memang memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Masih banyak masyarakat yang masih jauh dari kemakmuran. Memilki penghasilan yang minim, pekerjaan yang tidak tetap atau kerja serabutan, bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang menjadi penganggur, menjadikan masyarakat jauh dari kemakmuran. Hal ini disebabkan karena minimnya pendidikan serta keahlian yang dimiliki. Banyaknya masyarakat yang belum mampu mengenyam bangku sekolahan menjadi salah satu faktor penyebab dari banyaknya angka pengangguran di Indonesia, apalagi saat ini jenjang pendidikan sangat diperhatikan dalam dunia kerja. UKM-UKM yang telah banyak berdiri di Indonesia telah membantu untuk mengatasi masalah tersebut, Survei HSBC berjudul Emerging Markets SmallBusiness Confidence Monitor, menunjukkan UKM di Indonesia memperlihatkan peningkatan paling signifikan, di mana 13% di antara mereka akan meningkatkan modal. Hal tersebut menjadi berita baik bagi masyarakat Indonesia. SteveMiller, Head of Business Banking HSBC Indonesia, mengatakan saat Ini UKM di Indonesia lebih siap untuk bertindak, berbeda dengan hasil survei pada Januari 2009, yang mana dalam menghadapi krisis, mereka lebih bersikap menunggu dan melihat perkembangan. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan UKM-UKM yang ada di Indonesia.
UKM (Usaha Kecil Menengah) memegang peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia.Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis nmoneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Saat ini, UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara.
UKM  merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan inisiatif seseorang. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UKM dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia. UKM memanfaatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di suatu daerah yang belum diolah secara komersial.


PENGERTIAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM)
UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah. UKM adalah salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara UKM ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian masyarakat dan  membantu pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja dan dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Dengan demikian UKM dapat definisikan sebagai suatu usaha yang dikerjakan oleh beberapa orang di suatu daerah tertentu, dimana usaha itu merupakan usaha individu dan bukan lembaga formal. Pengelola UKM biasanya fokus dalam satu bidang usaha dengan modal dan pekerjaan dalam jumlah sedikit.

KEADAAN UKM DI INDONESIA
Usaha skala kecil di Indonesia adalah merupakan subjek diskusi dan menjadi perhatian pemerintah karena perusahaan kecil tersebut tersebar dimana-mana dan dapat memberi kesempatan kerja yang potensial.  Industri kecil menyumbang pembangunan dengan berbagai jalan, menciptakan kesempatan kerja, dan menyediakan fleksibilitas kebutuhan serta inovasi dalam perekonomian secara keseluruhan. Sektor ekonomi UKM yang memiliki proporsi unit usaha terbesar berdasarkan statistik UKM tahun 2004-2005 adalah sektor :
a.       Pertanian, perkebunan, peternakan dan perhutanan
b.      Perdagangan, hotel daan restoran
c.       Industri pengelolaan
d.      Pengangkutan dan komunikasi
e.       Jasa.
Sedangkan sektor ekonomi yang memiliki proporsi unit usaha terkecil secara berturut-turut adalah sektor :
a.           Pertambangan dan penggalian
b.          Bangunan
c.           Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
d.          Listrik, gas dan air bersih.
Secara kuantitas, UKM memang unggul, hal ini didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar usaha di Indonesia (lebih dari 99%) berbentuk usaha skala kecil dan menengah (UKM). Namun secara jumlah omset dan aset, belum tentu jumlahnya dapat menyaingi satu perusahaan berskala nasional. UKM berada di sebagian besar sektor usaha yang ada di Indonesia. Pengembangan UKM harus dilakukan mengingat sektor ini memiliki potensi untuk menjaga kestabilan perekonomian, peningkatan tenaga kerja, meningkatkan PDB, mengembangkan dunia usaha, dan penambahan APBN dan APBD melalui perpajakan. Penyebaran kelompok usaha kecil ini masih didominasi oleh sektor pertanian dengan jumlah usaha/rumah tangga sebanyak 4.094.672 unit atau 60,57% dari total keseluruhan usaha yang ada. Saat ini peran UKM nampak belum begitu dirasakan, karena kurangnya kekuatan bersaing dengan produk-produk luar negeri, dan juga masalah klasik yaitu permodalan. Kita harus melihat ini sebagai masalah yang harus kita pecahkan bersama. Karena kita tidak ingin selamanya terpuruk di dalam krisis yang sudah lebih dari 5 tahun melanda Indonesia.

PERKEMBANGAN UKM DI INDONESIA
Jumlah UKM di Indonesia sangat banyak. Menurut berbagai data, jumlah UKM sekitar 99 persen dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia. Dan menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2007 jumlah UKM (termasuk usaha mikro) mencapai 49,82 juta unit. Angka ini naik signifikan pada tahun 2008 menjadi 51,26 juta unit. Tentu saja hal ini mejadi angin segar bagi perekonomian Indonesia. Ini selanjutnya dapat menjadi tolak ukur seberapa besar peningkatan ekonomi masyarakat dan upaya pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan.
Selain itu, UKM juga merupakan pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi paska krisis.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mencatat, sebelumnya, wirausaha baru di Indonesia hanya 1,56% dari populasi. Awalnya target peningkatan jumlah wirausaha per tahun hanya 1 juta tapi ternyata dalam kurun waktu sekitar 3 tahun sudah mencapai 3,1% jumlah penduduk, ini merupakan peningkatan yang luar biasa.
Di samping itu, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga naik signifikan dalam tiga tahun terakhir menjadi 3,99%. Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan angka kontribusi koperasi terhadap PDB ini bisa naik sampai 6% pada akhir tahun 2019. Demikian juga dengan jumlah wirausaha baru diupayakan mencapai bisa mencapau 5% jumlah penduduk, di akhir 2019.
Pemerintah semakin menyadari akan manfaat yang diberikan UKM dalam upaya memperbaiki perekonomian bangsa. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh UKM itu sendiri. UKM pemanfaatan tenaga kerja manusia lebih dominan dibandingkan dengan tenaga mesin. Hal ini tentu saja akan mengurangi angka pengangguran yang hari ini merupakan permasalahan rumit yang tidak kunjung berakhir.

MASALAH YANG DIHADAPI UKM
Pada umumnya, permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM), antara lain meliputi:
1.    Faktor Internal
a.    Kurangnya permodalan dan terbatasnya akses pembiayaan permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Terhadap akses pembiayaan lainnya seperti investasi, sebagian besar dari mereka belum memiliki akses untuk itu.
b.    Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sebagian besar usaha kecil tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. Keterbatasan kualitas SDM dari segi pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal.
c.    Lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar usaha kecil yang pada umumnya merupakan unit usaha keluarga, mempunyai jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi pasar yang rendah, ditambah lagi produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyai kualitas yang kurang kompetitif.
d.   Mentalitas pengusaha UKM hal penting yang seringkali pula terlupakan dalam setiap pembahasan mengenai UKM, yaitu semangat entrepreneurship para pengusaha UKM antara lain kesediaan terus berinovasi, ulet tanpa menyerah, mau berkorban serta semangat ingin mengambil risiko.
2.    Faktor Eksternal
a.    Iklim usaha belum sepenuhnya kondusif. kebijaksanaan pemerintah untuk menumbuhkembangkan UKM, dari tahun ke tahun terus disempurnakan, namun belum dirasakan belum sepenuhnya kondusif. Kendala yang dihadapi oleh UKM adalah yaitu persaingan dengan usaha besar dan kesulitan mendapatkan perijinan untuk menjalankan usaha mereka. Prosedur  yang harus diikuti dengan biaya yang tidak murah. Hal ini sedikit banyak terkait dengan kebijakan perekonomian pemerintah yang dinilai tidak memihak pihak kecil seperti UKM tetapi lebih mengakomodir kepentingan dari para pengusaha besar.
b.    Terbatasnya sarana dan prasarana usaha kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tak jarang UKM kesulitan dalam memperoleh tempat untuk menjalankan usahanya yang disebabkan karena mahalnya harga sewa atau tempat yang ada kurang strategis.
c.    Implikasi perdagangan bebas, sebagaimana diketahui bahwa AFTA yang mulai berlaku Tahun 2003 dan APEC Tahun 2020 berimplikasi luas terhadap usaha kecil dan menengah untuk bersaing dalam perdagangan bebas.
d.   Sifat Produk dengan Ketahanan Pendek
e.    Terbatasnya Akses Informasi dan Pasar.

SOLUSI MASALAH YANG DIHADAPI UKM
Pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan untuk pemberdayaan UKM, lewat kredit bersubsidi dan bantuan teknis. Kredit program untuk pengembangan UKM bahkan dilakukan sejak 1974 yang menyediakan kredit investasi dan modal kerja permanen, dengan masa pelunasan hingga 10 tahun, dan suku bunga bersubsidi. Selain itu, donor internasional juga menyusun kredit program investasi bagi UKM dalam mata uang rupiah. Antara 1990 dan 2000, Bank Indonesia Kredit Usaha Kecil dan Mikro yang disalurkan melalui koperasi dan bank perkreditan rakyat. Selain peran dari Pemerintah, dunia akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga penelitian, juga telah melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan UKM. Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh UKM dan langkah-langkah yang selama ini telah ditempuh, maka kedepannya, perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut:
a) Penciptaan iklim usaha yang kondusif pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
b) Bantuan permodalan pemerintah perlu memperluas skema kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura.
c) Perlindungan usaha jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan.
d) Pengembangan kemitraan perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Sehingga UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
e) Pelatihan pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya serta menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
f) Membentuk lembaga khusus perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM.
g) Memantapkan asosiasi asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
h) Mengembangkan promosi guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan.
 i) Mengembangkan kerjasama yang setara. Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.
 j) Mengembangkan sarana dan prasarana perlu adanya pengalokasian tempat usaha bagi UKM di tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menambah potensi berkembang bagi UKM tersebut



sumber referensi:

Senin, 16 April 2018

Perekonomian Indonesia: Permasalahan Ekonomi di Indonesia


Permasalahan Ekonomi dan Solusinya



I.             Pengangguran
Semasa pemerintahan orde baru, pemerintah atau bidang pembangunan ekonomi mampu membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Salah satu contohnya adalah pada sektor industri dan jasa. Sementara pada sektor pertanian mengalami penurunan sekitar 15% daari 55% sampai dengan 40%.
              Namun pembangunan perekonomian Indonesia mengalami penurunan pada akhir abad 20, yang menyebabkan angka pengangguran di Indonesia meningkat lebih dari 20%. Banyak yang bekerja tidak sesuai dengan kemampuan dan dibawah level ketarmpilannya. Namun, tak sedikit pula masyarakat yang ingin bekerja full-time hanya bekerja serabutan atau bekerja paruh waktu.
Dengan jumlah penduduk sekitar 225 juta, Indonesia menjadi negara terpadat ke-empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Namun, setengah dari penduduk Indonesia berumur dibawah 30 tahun, artinya Indonesia pada beberapa tahun kedepan memiliki banyak tenaga kerja yang dapat menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja yang baru.
Pengangguran terbuka yang tercatat oleh ILO antara usia 15 tahun sampai dengan 24 tahun, yang menjadi acuan untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru. Para tenaga kerja muda terancam oleh mesin modern yang dipakai oleh perindustrian atau perusahaan karena mesin dinilai lebih menghemat biaya dengan jangka panjang dibandingkan menggunakan tenaga kerja manusia.

Solusi:
1.    Meningkatkan kualitas pendidikan yang dapat mempengaruhi kualitas para tenaga kerja
2.    Lulusan SMA atau SMK dibekalkan keterampilan khusus, jadi mereka tidak hanya memiliki kecerdasan dalam bidang akademik.
3.    Pemerataan lapangan kerja sesuai dengan lingkungan sekitar. Misalnya pabrik gula dibangun di daerah perkebunan tebu, jadi petani yang biasanya menanam tebu bisa bekerja dengan si pemilik perusahaan gula tersebut.
4.    Para tenaga kerja harusnya bisa mengetahui minat dan bakat diri sendiri agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
5.    Lowongan kerja yang dibuka harusnya membatasi WNA yang ingin melamar pekerjaan (memprioritaskan tenga kerja dalam negri) misalnya, dengan perbandingan 8:2.


I.             Kemiskinan
Kemiskinan terjadi disebabkan oleh angka pengangguran yang tinggi di kalangan masyarakat. Mereka tidak berpenghasilan dan membuat tidak ada pemasukan untuk keluarganya. Efek dari pengangguran ini sangat berbahaya, karena bisa menjadikan seseorang perampok, pencuri, atau pencopet.
Tingkat pendidikan yang rendah juga menjadi faktor penting yang ikut andil dalam kemiskinan. Orang yang berpendidikan rendah, sulit mendapatkan pekerjaan, oleh sebab itu maka pendidikan menjadi faktor penting. Daya saing yang berbeda tingkatan membuat para pencari kerjaa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaaan yang layak.
Solusi:
1.    Pemerintah lebih memperhatikan pendidikan
2.    Belajar ilmu tambahan secara otodidak yang akan menjadi nilai lebih
3.    Berusaha selalu rajin dalam mengerjakan sesuatu
4.    Adanya organisasi yang mengadakan kursus gratis menjadi salah satu solusi
5.    Adanya subsidi untuk masyarakat kurang mampu


II.           Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga umum (dalam jumlah yang besar) secara terus menerus dalam periode waktu tertentu . Inflasi dapat disebabkan oleh permintaan dan penawaran dalam bidang ekonomi atau bisa pula karena kombinasi keduanya.
Inflasi disebabkan nilai tukar yang mengalami depresiasi. Selain itu dampak dari inflasi luar negri terutama negara partner dagang mempengaruhi inflasi dalam negri. Semua itu saling berkesinambungan satu sama lain, oleh karena itu sangat berpengaruh terhadap perekonomian dalam negri.
Situasi ekonomi politik suatu negara mempengaruhi laju inflaasi di negara tersebut. Misalnya jikasedang terjaadi perang, maka harga barang –barang pun ikut naik. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan bahan baku karena pemerintahan sedang dalam keadaan kacau balau. Sebenarnya, inflasi merupakan kejadian ekonomi yang tidak dapat dihilangkan. Semua negara kemungkinan besar mengalami hal tersebut. Hal yang dilakukan pemerintah bukanlah untuk menghilangkan inflasi, hanya unntuk sekedar menghindari atau berusaha agar inflasi tidak melambung tinggi.
Jumah uang yang beredar di masyarakat merupakan salah satu penyebab inflasi. Mengapa bisa seperti itu? Karena jika uang yang beredar lbih banyak, misalnya 2 kali lipat, maka harga barang yang ada di pasaran pun akan jauh lebih mahal dari biasanya. Peredaran uang yang berlebih bukanlah hal yang bagus. Inflasi bisa juga disebabkan oleh sistem anggaran defisit yang diterapkan oleh negara. Negara tersebut akan mencetak uang berlebih untuk menutupi kekurangan yang di alami negara tersebut. Namun hal tersebut justru memicu inflasi yang menyebabkan  kenaikan harga barang.
            Solusi:
1.    Pemerintah bisa menaikan tarif pajak agar pendapatan negara juga meningkat.
2.    Produksi dalam negri harus meningkat agar membantu menekan laju inflasi.
3.    Melakukan ekspor besar besaran, karena jika melakukan ekspor kita mendapatkan uang dalam bentuk dollar yang bisa membantu pendapatan negara.
4.    Menarik wisatawan agar berkunjung ke Indonesia
5.    Melakukan penekanan impor dari luar negri.


III.         Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyampaikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen sesuai dengan kebutuhannya. Distribusi memiliki tujuan menyebar luaskan hasil produksi kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Hasil produksi bisa berupa barang aatau jasa. Hal yang dipertimbangkan dalam pendistribusian adalah letak geografis konsumen. Hal ini berkaitan dengan wilayah yang dituju oleh distributor untuk meyebarkan hasil produksi barang/jasa. Misalnya jika wilayah yang akan dijangkau melewati perjalananjauh atau sulit, biasanya harga jualnya akan tinggi. Waktu produksi  tidak selalu bersamaan dengaan waktu produk tersebut dikonsumsi.misalnya suatu perusahaan membuat makanan kaleng agar produk yang dibuat tahan lama, karena belum tentu semua produk yang dijual akan habis pada saat itu juga.pada pendistribusian, konsumen dan produsen sulit untuk berkomunikasi langsung, sehingga konsumen tidak bisa secaraa langsung memberikan kritik dan saran atas barang/jasa yang mereka beli.
Masalah yang sering terjadi dalam pendistribusian yang pertama, salah memilih saluran pendistribusian yang menyebabkan keterlambatan produk tersebut sampai ke tangan masyarakat. Hal tersebut bisa saja membuat daya tarik konsumen menurun pada produk tersebut. Sifat barang yang diproduksi juga menjadi masalah yang harus diperhatikan. Produsen selalu memikirkan apakah produk yang dijual dapat bertahan lama atau tidak, cepat rusak atau tidak. Oleh karena itu bahan baku dalam produksi harus diperhatikan. Biaya yang dikeluarkan oleh produsen dalam pendistribusian juga penting untuk di pikirkan. Untuk sampai dengan cepat ke tangan konsumen, pemilihan jalur harus dipikirkan, misalnya pendistribusian menggunakan jalur darat, maka produsen harus menghitung/mmemperkirakan biaya angkut untuk pendistribusian.

Solusi:
1.    Produsen memiliki  kendaraan sendiri untuk pendistribusian.
2.    Produsen membuka cabang agar biaya operasional terutama pendistribusiannya lebih murah.
3.    Produsen harus bisa menjangkau  konsumen yang  berada di pelosok agar merata.
4.    Produsen memiliki kedai kedai yang tersebar luas
5.    Melakukan promosi atau penjualan di suatu acara, festival atau yang lainnya.


IV.         Korupsi
Korupsi bukanlah hal yang sing di telinga kita. Korupsi bisa terjadi dimana-mana. Korupsi bisa terjadi karena ketamakan seseorang atau sekolompok individu yang mengambil hak orang lain ataupun masyarakat sekitarnya. Mereka yang berkorupsi cenderung adalah orang yang konsumtif namun malas bekerja. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka berkorupsi.
Korupsi juga bisa terjadi pada lingkungan organisasi. Masyarakat seringkali tidak menyadari tindakannya merupakan korupsi. Lambat laun perilaku sosial yang koruptif akan menjadibudaya bagi lingkungan sekitar.
Sistem pemerinthan yang buruk juga menjadi salah satu faktor penyebab korupsi terjadi. Lemahnya tata  kelola di Indonesia dan maraknya korupsi ilegal maupun yang dilegalkan dengan aturaan-aturaan yang dibuat oleh penyelenggara negraa,merupakan tantangan yang harus dihadapi.
Solusi:
1.    Menambah keimanan agar tidak tergoda dengan yang bukan haknya
2.    Harus lebih disiplin dan jujur dalam segala hal
3.    Meningkatkan kualitas diri dan menjaga nama baik diri sendiri
4.    Keadilan dan transparansi dalam karir pegawai
5.    Pengelolaan dalam sistem pengelolaan sumberdaya dan administrasi pemerintahan, perusahaan dan oranisasi haruslebih terbuka


V.          Transmigrasi Tidak Merata
Jumlah penduduk di setiap wilayah tidaklah tetap, karena pertumbuhan yang disebabkan oleh angak kelahiran atau kematian penduduk menyebabkan perubahan jumlah penduduk seiring berjalannya waktu atau bisa pula disebabkan oleh perpindahan penduduk, contohnya transmigrasi.
Transmigrasi merupakan suatu aktivitas yang dilakukan manusia berupa sebuah mobilitas atau perpindahan. Hal ini biasanya dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi kepadatan penduduk di suatu wilayah dengan cara memindahkan transmigran ke wilayah yang penduduknya masih dsedikit. Dengan demikian pemerataan penduduk akan tercapai.
Persebaran penduduk yang tidak merata menjadi masalah besar bagi pembangunan. Jika kepadatan penduduk hanya ada di wilayah pedesaan, maka di wilayah kota akan kekurangan tenaga kerja. Pada bidang perekonomian, persebaran penduduk yang tidak merata  menyebabkan pemusatan kegiatan ekenomi di suatu daerah saja, yang pada akhirnya pertumbuhan perekonomian di wilayah lain tidak berkembang. Oleh karena itu, pemerintah membuat program transmigrasi.
Banyak penduduk yang tidak ingin pindah dengan alasan takut tidak memiliki pekerjaan yang layak atau sesuai dengan potensi mereka. Mereka berpikir nantinya tidak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu pemerintah sebagai pelayan masyarakat harus menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih layak, lebih seuai dengan pekerjaan sebelumnya.
Solusi:
1.    Peningkatan kualitas hidup para transmigran perlu diperhatikan agar mereka mau pindah ke wilayah pemindahan.
2.    Persebaran penduduk harus disesuaikan. Misalnya, seorang transmigran yang dulunya bekerja sebagai petani, harusnya ditempatkan di wilayah yang bisa dijadikan persawahan
3.    Pembangunan lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
4.    Penjaminan pembangunan fasilitas harus di pertimbangkan
5.    Keamanan dan kenyamanan harus terjamin


VI.         Pengelolaan sumber daya alam
Sumber daya alam merupakan salah satu faktor terpenting dalam kegiatan berproduksi, pasalnya tanpa adanya sumber daya alam maka tidak ada proses produksi. Contohnya ketika suatu pabrik roti ingin membuat roti, maka ia membutuhkantepung, telur, margarin, gula dan lain-lain. Hal ini membuat orang beramai ramai untuk eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran baik secara legal maupun ilegal.
Banyak negara yang mencari sumber daya terbarukan untuk menggantikan sumber daya alam terbatas, misalnya bahan bakar. Pengelolaan sumber daaya alam di Indonesia belum  merata, hal ini akan menguntungkan atau bisa juga merugikan beberaapa pihak. Pemerintah seharusnya melakukan pemertaan dalam hal ini. Karena pemerintah hanya memandang dari sudut pandang keuntungan atau pendapatan, seharusnya pemerintah juga memikirkan efek samping dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.
           
Solusi:
1.    Sumber daya alam yang dapat diperbaharui harus di lestarikan
2.    Mengimpor bahan baku dari luar negri
3.    Menggunakan bahan baku yang bisa di recycle agar biaya operasional juga rendah
4.    Mengganti bahan baku dengan yang sintesis
5.    Mencari sumber daya alam yang baru dan terbarukan


Sumber:

Sabtu, 31 Maret 2018

Perekonomian Indonesia: Sejarah Ekonomi Indonesia

A.  Sejarah Pra Kolonialisme
Sejarah ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara fenomena ekonomi berubah dilihat dari sudut pandang historisnya. Analisis dalam sejarah ekonomi dilakukan menggunakan gabungan metode sejarah, metode statistik dan teori ekonomi terapan sampai peristiwa bersejarah. Topik ini meliputi sejarah bisnis, sejarah keuangan dan mencakup bidang sejarah sosial seperti sejarah kependudukan dan sejarah buruh. Sejarah ekonomi kuantitatif (ekonometrik) juga disebut sebagai kliometrik.
Sejarah Indonesia Era Pra Kolonial
Pada era pra kolonial yaitu era dimana bangsa asing belum masuk ke Indonesia. Terutama bangsa Eropa yang bertujuan memperluas kekuasaan mereka atau untuk menjadi bangsa penjajah di Idonesia. Pada era ini kita adalah jamannya kejayaan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Termasuk masa berkembangnya agama Hindu dan Budha sebagai agama yang pertama kali dikenal di Indonesia. Sehingga adat budaya Hindu-Budha masih dapat kita lihat hingga kini terutama dari bangunan-banguna bersejarah pada masa itu. Diantaranya berbagai prasasati dan candi yang merupakan hasil budaya masyarakat Indonesia pada masa itu.
Dimulailah sejarah Indonesia mengenai penyebaran ajaran Hindu-Budha serta beberapa kerajaan bercorak Hindu-Budha yang sempat berjayaan membuat nama mereka sekaligus raja-raja dan para tokohnya terkenal di seluruh nusantara. Ini berlangsung mulai abad ke-4 hingga abad ke-15. Tepatnya dimulai dari masa kejayaan kerajaan Kutai hingga Kerajaan Malayapura.
Setelah masa itu perdagangan dunia mulai berkembang seiring dengan ditemukannya Indonesia oleh berbagai bangsa lain dari berbagai belahan dunia. Pada abad ke 12 mulailah berdatangan para pedagang atau yang lebih dikenal dengan sebutan para Guzarat dari Timur Tengah. Terutama para pedagang berkebangsaan Arab Saudi yang beragama Islam. Dari mereka inilah cikal bakal penyebaran dan berkembangnya agama Islam di Indonesia ini. Hingga akhirnya agama ini kini masih menjadi agama mayoritas di Indonesia.
Adanya interaksi antara para pedagang dengan orang Indonesia asli untuk berbisnis lama kelamaan berkembang menjadi akulturasi budaya. Tidak sedikit bangsa Arab menikahi orang Indonesia dan menetap di Indonesia. Tidak sedikit pula orang Indonesia yang masuk Islam. Maka kita kenal adanya Wali Songo yang merupakan orang Indonesia asli yang memilii ilmu mengenai agama Islam yang kental. Mereka menjadi penyebar agama Islam di seluruh Nusantara. Terutama di Pulau Jawa dengan berbagai cara yang unik.
Perlahan namun pasti kita juga mulai mengenal gaung dari kerajaan-kerajaan Islam yang juga sempat mengalamami masa kejayaaan. Kita mengenal kesultanan Samudera Pasai, Demak, Banten, dll. Sebagai kerajaan yang bercorak budaya Islam yang kental. Begitupun para tokoh Islam yang terdapat di dalamnya yang cukup berpengaruh dalam perkembangan Islam di Indonesia.



B.   Sistem Monopoli VOC
Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memilikimonopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan persekutuan dagang untuk kawasan Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.
VOC memiliki enam bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft,Hoorn, dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan).Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan.
Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut.
Monopoli VOC di Indonesia
Hasil pelayaran bangsa Belanda pada mulanya hanya mendatangkan kerugian, karena diantara para pedagang mereka sendiri senantiasa satu sama lain saling bersaing dan hanya bertujuan untuk mencari untung masing-masing. Pemerintah Belanda segera turun tangan dan membasmi segala pertentangan atau perebutan yang terjadi dengan jalan membentuk suatu persatuan atau penggabungan diantara kongsi dagang yang ada. Demikian pada tahun 1602 berdirilah di negeri Belanda persatuan kongsi dagang yang diberi nama V.O.C singkatan dari Verenigde Oost Indische Compagnie. Persatuan kongsi tersebut dari pemerintah Belanda memperoleh berbagai hak seperti boleh bertindak atas nama pemerintah Belanda dengan segala kekuasaan seolah-olah bagaikan suatu pemerintahan  yang berdaulat penuh atas daerah-daerah yang dapat dikuasai antara Tanjung Harapan dan Selat Magelhaen. Dalam hubungan ini V.O.C selaku kongsi dagang besar sudah tentu akan menjalankan hak perniagaan tunggalnya (monopoli) di Indonesia yang tiada lain dimaksudkan untuk mencegah timbulnya persaingan.
Adapun langkah-langkah untuk mencoba mempertahankan hak dagang tunggal itu antaralain:
a. Harus dapat mengusir orang-orang Portugis dari perairan Indonesia
b. Harus dapat menguasai raja-raja di Indonesia.

Untuk dapat melaksanakan kedua maksud itu VOC mendirikan loji-loji seperti di Banten, Jakarta dan Hitu (Ambon). Ketiga tempat itu letaknya sangat strategis sehingga dapat dijadikan basis untuk menyusun kekuatan dalam melaksanakan siasatnya. Karena itu pulalah maka pengaruh VOC atas penduduk pribumi tampak sangat besar di kedua bagian dari kepulauan Indonesia yakni  di Jawa dan Maluku.

Aturan monopoli VOC :
·         Rakyat Maluku hanya boleh menanam rempah-rempah atas izin VOC.
·         Luas wilayah perkebunan dibatasi oleh VOC.
·         Harga jual ditentukan VOC.
·         Tempat menanam rempah-rempah ditentukan VOC.

Aturan monopoli VOC yang paling terkenal pada masa itu adalah Verplichte Leverantie, yaitu penyerahan wajib hasil panen cengkeh dan rempah-rempah lainnya kepada VOC dengan harga yang telah ditentukan.

Strategi VOC Dalam Menjalankan Monopoli
·         Ekstirpasi
·         Pelayaran Hongi

Dampak Kebijakan VOC Terhadap Perekonomian Indonesia
·         Tumbuhnya kota-kota dagang seperti Banten, Batavia, dan Padang.
·         Eksploitasi kekayaan alam yang berlebihan.
·         Hancurnya pusat-pusat dan jalur-jalur perdagangan kerajaan Islam di Nusantara.
·         Tumbuhnya perkebunan-perkebunan di Indonesia.

VOC benar-benar mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia, hal ini dikarenakan sumber utama pendapatan mereka adalah dengan menjual rempah-rempah serta komoditi lainnya yang berasal dari Indonesia. VOC benar-benar menggantungkan keadaan perusahaannya kepada para petani dan hasil panen rempah-rempah di Indonesia. Hal ini dikarenakan komoditi utama yang diperdagangkan oleh VOC yaitu kain, tidak laku di Indonesia. Kain yang dijual VOC, tidak mampu dibei oleh rakyat Indonesia, karena kemiskinan yang dialami oleh rakyat Indonesia, sehingga daya beli mereka rendah.




C.   Sistem Tanam Paksa
Cultuurstelsel (harafiah: Sistem Kultivasi atau secara kurang tepat diterjemahkan sebagai Sistem Budi Daya) yang oleh sejarawan Indonesia disebut sebagai Sistem Tanam Paksa, adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mewajibkan setiap desa menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor, khususnya kopitebu, dantarum (nila). Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial. Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.
Tanam paksa adalah era paling eksploitatif dalam praktik ekonomi Hindia Belanda. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam dibanding sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangat dibutuhkan pemerintah. Petani yang pada zaman VOC wajib menjual komoditi tertentu pada VOC, kini harus menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya dengan harga yang ditetapkan kepada pemerintah. Aset tanam paksa inilah yang memberikan sumbangan besar bagi modal pada zaman keemasan kolonialis liberal Hindia Belanda pada 1835 hingga 1940. Akibat sistem yang memakmurkan dan menyejahterakan negeri Belanda ini, Van den Bosch selaku penggagas dianugerahi gelar Graaf oleh raja Belanda, pada 25 Desember 1839.
Cultuurstelsel kemudian dihentikan setelah muncul berbagai kritik dengan dikeluarkannya UU Agraria 1870 dan UU Gula 1870, yang mengawali era liberalisasi ekonomi dalam sejarah penjajahan Indonesia.Sejak VOC dibubarkan tahun 1799, daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda. Kebijakan 'Culture Stelsel' dilaksanakan untuk mengeruk kekayaan bumi Indonesia tanpa mau memperhatikan rakyat Indonesia dibawah pimpinan Van Den Bosch. Secara teoritis, peraturan yang ditetapkan dalam sistem tanam paksa tidak memberatkan. Akan tetapi dalam prakteknya, banyak sekali penyimpangan yang dilakukan dalam sistem ini.

Penyimpangan pelaksanaan sistem tanam paksa sebagai berikut:
1.       Dalam perjanjian, tanah yang digunakan untuk 'cultur stelsel' adalah seperlima sawah, namun dalam prakteknya dijumpai lebih dari seperlima tanah, yaitu sepertiga dan bahkan setengah dari sawah milik pribumi.
2.       Tanah petani yang dipilih hanya tanah yang subur, sedangkan rakyat hanya mendapat tanah yang tidak subur.
3.       Tanah yang digunakan untuk penanaman tetap saja dikenakan pajak sehngga tidak sesuai dengan perjanjian.
4.       Kelebihan hasil tidak dikembalikan kepada rakyat atau pemilik tanah, tetapi dipaksa untuk dijual kepada pihak Belanda dengan harga yang sangat murah.
5.       Waktu untuk bekerja untuk tanaman yang dikehendaki pemerintah Belanda, jauh melebihi waktu yang telah ditentukan. Waktu yang ditentukan adalah 65 hari dalam setahun, namun dalam pelaksanaannya adalah 200 sampai 225 hari dalam setahun.
6.        Penduduk yang tidak memiliki tanah dipekerjakan di perkebunan Belanda, dengan waktu 3-6 bulan bahkan lebih.
7.       Tanaman pemerintah harus didahulukan baru kemudian menanam tanaman mereka sendiri. Kadang-kadang waktu untuk menanam, tanamannya sendiri itu tinggal sedikit sehingga hasilnya kurang maksimal.
8.       Kerusakan tanaman tetap ditanggung petani.

D.  Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
Sistem ekonomi kapitalis liberal adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.
Sistem perekonomian/tata ekonomi kapitalis liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.
Dalam perekonomian kapitalis liberal setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal:
1.       Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
2.       Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi dan hanya terbatas pada pembuatan peraturan dan kebijakan ekonomi.
3.       Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
4.       Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
5.       Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
6.       Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.
7.       Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
8.       Kegiatan yang dilaksanakan bersifat profit oriented.

Keuntungan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal

      Keuntungan :
1.       Menumbuhkan inisiatif dan kerasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pemerintah.
2.       Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3.       Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4.       Mengahsilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
5.       Efisiensi dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

Kelemahan :
1.       Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2.       Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3.       Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4.       Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5.       Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.

Institusi-institusi dalam Ekonomi Kapitalis Liberal
a.       Hak kepemilikan
b.       Keuntungan
c.       Konsumerisme
d.       Kompetisi.
e.       Harga.

Karakteristik dalam Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
a.       Faktor-faktor produksi (tanah, modal, tenaga kerja, kewirausahaan) dimiliki atau dikuasai oleh pihak swata.
b.       Pengambilan keputusan ekonomi bersifat Desentralisai, diserahkan kepada pemilik faktor produksi dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yan berlaku.
c.       Rangsangan insentif atau umpan balik diberikan dalam bentuk utama materi dalam sebagai sarana memotivasi para pelaku ekonomi. 

E.   Era Pendudukan Jepang

Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring denganProklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Jerman Nazi. Hindia Belanda mengumumkan keadaan siaga dan pada Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Inggris. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal pada Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Pada bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda.
Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942. Pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.
Dampak Positif Pendudukan Jepang
a.       Diperbolehkannya bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa komunikasi nasional dan menyebabkan bahasa Indonesia mengukuhkan diri sebagai bahasa nasional.
b.       Jepang mendukung semangat anti-Belanda, sehingga mau tak mau ikut mendukung semangat nasionalisme Indonesia. Antara lain menolak pengaruh-pengaruh Belanda, misalnya perubahan nama Batavia menjadi Jakarta.
c.       Untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang mendekati pemimpin nasional Indonesia seperti Sukarno dengan harapan agar Sukarno mau membantu Jepang memobilisasi rakyat Indonesia. Pengakuan Jepang ini mengukuhkan posisi para pemimpin nasional Indonesia dan memberikan mereka kesempatan memimpin rakyatnya.
d.       Dalam bidang ekonomi didirikannya kumyai yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
e.       Mendirikan sekolah-sekolah seperti SD 6 tahun, SMP 9 tahun, dan SLTA.
f.        Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT) atauTonarigumi.
g.       Diperkenalkan suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan. 
h.       Dibentuknya BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dari sini muncullah ide Pancasila.
i.         Jepang dengan terprogram melatih dan mempersenjatai pemuda-pemuda Indonesia demi kepentingan Jepang pada awalnya. Namun oleh pemuda hal ini dijadikan modal untuk berperang yang dikemudian hari digunakan untuk menghadapi kembalinya pemerintah kolonial Belanda.
j.         Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nippon-sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.
Dampak Negatif Pendudukan Jepang
a.       Penghapusan semua organisasi politik dan pranata sosial warisan Hindia Belanda yang sebenarnya banyak diantaranya yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan warga.
b.       Romusha, mobilisasi rakyat Indonesia (terutama warga Jawa) untuk kerja paksa dalam kondisi yang tidak manusiawi.
c.       Ekploitasi segala sumber daya seperti sandang, pangan, logam, dan minyak demi kepentingan perang. Akibatnya beras dan berbagai bahan pangan petani dirampas Jepang sehingga banyak rakyat yang menderita kelaparan.
d.       Krisis ekonomi yang sangat parah. Hal ini karena dicetaknnya uang pendudukan secara besar-besaran sehingga menyebabkan terjadinya inflasi.
e.       Kebijakan self sufficiency (kawasan mandiri) yang menyebabkan terputusnya hubungan ekonomi antar daerah.
f.        Kebijakan fasis pemerintah militer Jepang yang menyebar polisi khusus dan intelijen di kalangan rakyat sehingga menimbulkan ketakutan. Pemerintah Jepang bebas melanggar hak asasi manusia dengan menginterogasi, menangkap, bahkan menghukum mati siapa saja yang dicurigai atau dituduh sebagai mata-mata atau anti-Jepang tanpa proses pengadilan.
g.       Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independen, semuanya di bawah pengawasan Jepang.
h.       Terjadinya kekacauan situasi dan kondisi keamanan yang parah seperti maraknya perampokan, pemerkosaan dan lain-lain.
i.         Pelarangan terhadap buku-buku berbahasa Belanda dan Inggris yang menyebabkan pendidikan yang lebih tinggi terasa mustahil.
j.         Banyak guru yang dipekerjakan sebagai pejabat pada masa itu sehingga menyebabkan kemunduran standar pendidikan secara tajam.

F.    Cita-Cita Ekonomi Merdeka

Perekonomian global sedang anjlok. Namun, pada saat bersamaan, perekonomian Indonesia justru tumbuh. Memasuki tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi 6,5 persen. Lalu, juga pada tahun 2013 mendatang, PDB Indonesia diperkirakan 1 Triliun USD. Gara-gara angka-angka tersebut, banyak orang terkesima dengan performa ekonomi Indonesia. Banyak yang mengira, dengan pertumbuhan ekonomi sepesat itu, bangsa Indonesia sudah sejahtera. Lembaga rentenir Internasional, IMF (Dana Moneter Internasional), turut terkesima dan memuja-muja pertumbuhan itu. Namun, fakta lain juga sangat mencengankan. Indeks Gini, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tingkat kesenjangan ekonomi pada 2011 menjadi 0,41. Padahal, pada tahun 2005, gini rasio Indonesia masih 0,33. Data lain juga menunjukkan, kekayaan 40 orang terkaya Indonesia mencapai Rp680 Triliun (71,3 miliar USD) atau setara dengan 10,33% PDB. Konon, nilai kekayaan dari 40 ribu orang itu setara dengan kekayaan 60% penduduk atau 140 juta orang. Data lain menyebutkan, 50 persen kekayaan ekonomi Indonesia hanya dikuasai oleh 50 orang.
Ringkas cerita, pertumbuhan ekonomi yang spektakuler itu tidak mencerminkan kesejahteraan rakyat. Yang terjadi, sebagian besar aset dan pendapat ekonomi hanya dinikmati segelintir orang. Sementara mayoritas rakyat tidak punya aset dan akses terhadap sumber daya ekonomi. Akhirnya, terjadilah fenomena: 1% warga negara makin makmur, sementara 99% warga negara hidup pas-pasan. Akhirnya, kita patut bertanya, apakah pembangunan ekonomi semacam itu yang menjadi cita-cita kita berbangsa? Silahkan memeriksa cita-cita perekonomian kita ketika para pendiri bangsa sedang merancang berdirinya negara Republik Indonesia ini.
Bung Hatta pernah berkata, “dalam suatu Indonesia Merdeka yang dituju, yang alamnya kaya dan tanahnya subur, semestinya tidak ada kemiskinan. Bagi Bung Hatta, Indonesia Merdeka tak ada gunanya jika mayoritas rakyatnya tetap hidup melarat. “Kemerdekaan nasional tidak ada artinya, apabila pemerintahannya hanya duduk sebagai biduanda dari kapital asing,” kata Bung Hatta. (Pidato Bung Hatta di New York, AS, tahun 1960). Karena itu, para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta, kemudian merumuskan apa yang disebut “Cita-Cita Perekonomian”. Ada dua garis besar cita-cita perekonomian kita. Pertama, melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial dan feodalistik. Kedua, memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Artinya, dengan penjelasan di atas, berarti cita-cita perekonomian kita tidak menghendaki ketimpangan. Para pendiri bangsa kita tidak menginginkan penumpukan kemakmuran di tangan segelintir orang tetapi pemelaratan mayoritas rakyat. Tegasnya, cita-cita perekonomian kita menghendaki kemakmuran seluruh rakyat.
Supaya cita-cita perekonomian itu tetap menjiwai proses penyelenggaran negara, maka para pendiri bangsa sepakat memahatkannya dalam buku Konstitusi Negara kita: Pasal 33 UUD 1945. Dengan demikian, Pasal 33 UUD 1945 merupakan sendi utama bagi pelaksanaan politik perekonomian dan politik sosial Republik Indonesia. Namun, sejak orde baru hingga sekarang ini (dengan pengecualian di era Gus Dur), proses penyelenggaran negara sangat jauh politik perekonomian ala pasal 33 UUD 1945. Pada masa orde baru, sistem perekonomian kebanyakan didikte oleh kapital asing melalui kelompok ekonom yang dijuluki “Mafia Barkeley”. Lalu, pada masa pasca reformasi ini, sistem perekonomian kebanyakan didikte secara langsung oleh lembaga-lembaga asing, seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO.
Akibatnya, cita-cita perekonomian sesuai amanat Proklamasi Kemerdekaan pun kandas. Bukannya melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial, tetapi malah mengekal-kannya, yang ditandai oleh menguatnya
dominasi kapital asing, politik upah murah, ketergantungan pada impor, dan kecanduan mengekspor bahan mentah ke negeri-negeri kapitalis maju. Ketimpangan ekonomi kian menganga. Kemiskinan dan pengangguran terus melonjak naik. Mayoritas rakyat (75%) bekerja di sektor informal, tanpa perlindungan hukum dan jaminan sosial. Sementara puluhan juta lainnya menjadi “kuli” di negara-negara lain.
Sejarah Dan Sistem Perekonomian Indonesia 
Indonesia terletak  di posisi geografis antara benua asia dan benua eropa serta samudra pasifik dan Hindia sebuah posisis yang strategis dalam pelayaran niaga antara benua sebagai salah satu jalan sutra  yaitu jalur sutra laut ialah tiongkok dan indonesia  ,melalui selat malaka ke India dari sini ada yang keteluk persia melalaui suriah kelaut tengah ada yang kelaut merah dan samapai juga kelaut tengah ,ada yang kelaut merah melalui mesir samapai juga kelaut tengah (van leur) perdaganagan laut antara India, Tiongkok ,dan Indonesia dimulaia pada avad pertama sesudah masehi demikian juga hubungan Indonesia  dengan daerah-daerah di barat (kekekisarabn romawi) kerajaan kerajaan tradisional disebut oleh van leur memepunyai sifat kapitalisme politik dimana pengaruh raja-raja didalam perdagangan itu sangat besar, misalnya sriwijaya, saat perdagangan Internasional dari Asia timur ke Asia Barat dan Eropa mencapai zaman kemasaannya ,raja-raja dan para bangsawan mendapat kekayaan dari upeti dan pajak, tak ada proteksi terhadap jenis produk tertentu, karena justru diuntungkan oleh banayaknya kapal yang “mampir”
Pengunaan uang koin emas koin perak sudah dikenal pada masa itu ,namun pemakaian uang baru  mulai dikenal kerajaan-kerajaan islam, misalnya picis yang          terbuat dari timah dicirebon, namun penguna masih terbatatas , karena pedagang barter banyak berlangsung dalam  sistem perdagangan internasional ,karenanya terjadi suplus atau deficit  yang harus diimbangi dengan ekspor atau impor logam mulia
Kejayaan suatu negeri  dinilai dari luas wilayah, pengahasilan pertahun dinilai dari luas wilayah penghasialan pertahun dan ramainya pelabuhan,hal itu disebabkan, kekuasaan dan kekayaan kerajaan-kerajaan  disumatra bersumber  dari pertanian perniagaan, sedangkan dijawa, kedua ha  itu bersumber  dari pertanian dan perniagan, dimasa pra kolonial , pelayaran niaga lah yang cendrung lebih dominan . namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam dalam perkembangan perekonomian Indonesia , bahkan hingga saat ini
Sesuai masa kerajaan-kerajaan islam, pembabakan perjalan perekonomian Indonesia dapat dibagi dalam empat masa, yaitu masa sebelum  kemerdekaan, orde lama,orde baru , masa reformasi.

1.Sebelum Kemerdekaan
Sebelum kemerdekaan  Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode , ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia yaitu, Portugis ,Belanda , Inggris dan Jepang. Portugis tidak mininggalkan jejak yang dalam di Indonesia karena keburu diusir oleh Belanda, tapi Belanda yang kemudian berkuasa selama 350 tahun sudah di menerapkan sebagai sistem untuk menganalisa sejarah perekonomian Indonesia, rasanya perlu membagi masa pendudukan belanda menjadi beberapa periode, bedasarkan perubahan-perubahan kebijakan yang mereka berlakukan di Hindia-Belanda (sebutan Indonesia pada masa itu)

2. Pada masa pendudukan Inggris
Inggris pada masanya berusaha merubah pola pajak bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan ladrent(pajak tanah) sistem ini sudah berhasil di India, dan Thomas stamfrod raffles mengira sistem ini akan berhasil juga di Hindia- Belanda selain itu, dengan landerent ,  maka penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang di impor dari India, inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tetapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah, sesuai dengan teori-teori mazhab klasik  yang pada saat itu sedang berkembang di Eropa  antara lain :
1.       Pendapat Adam smith bahwa tenaga kerja produktif adalah tenaga kerja yang mengahasilkan benda konkrit dan dapat dinilai pasar, sedangkan tenaga kerja tidak produktif menghasilkan jasa dimana tidak menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini Inggris mengginkan tanah jajahannya juga meningkat kemakmurannya,agar bisa beli produk-produ  yang di Inggris dan India sudah surplus (melebihi permintaa)
2.       Pendapat Adam smith bahwa salah satu peranan ekspor adalah memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan (oleh Inggris) dan peranan penduduk dalam menyerap hasil produksi
3.       The quantity theory of money bahwa kenaikan maupun penurunan tinkat harga dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar
4.       Akan tetapi perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan diakhiri kekuasaan Inggris yang Cuma seumur jagung di Hindia Belanda ,sebab-sebanya antara lain :
5.       Masyarakat Hinda Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitunh luas tanah yang kena pajak
6.       Pegawai pengukur tanah dari Inggris sendiri jumlahnya terlalu sedikit
7.       Kebijakan ini kurang di dukun oleh raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan turun-tenurun

3. Sistem ekonomi terbuka
Saat adanya desakan dari kaum humanis Belanda yang mnengiginkan perubahan nasib warga pribumi ke arah yang lebih baik ,mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah kebijakan  ekonominya, dibuatlah peraturan-peraturan agraria yang baru ,yang antaralain mengatur tentang persewaan tanah pada pihak swata untuk jangka waktu 75 tahun ,dan aturan tanah yang boleh disewakan dan tidak boleh ,hal nampak juga masih tak lepas dari teori-teori mazhab kalsik ,antara lain terlihat pada:
1.       Keberadaan pemerintah Hindia Belanda sebagai tuan tanah , pihak swata mengolah perkebunaan swasta sebagai golongan kapasasiatas dan masyarakat pribumi sebagai buruh pengggarap tanah
2.       Prinsip keuntungan absolut :bila disuatu tempat harga berada diatas ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan ,maka pengusaha memperolah laba yang begitu besar mengalir faktor produksi ketempat tersebut .
3.       Laissez faire laissez passer, perekonomian diserahkan pada pihak swasta ,walapun jelas pemerintah belanda masih memegang peranan yang besar sebagai penjajah yang sengguhnya .
4.       Pada akhirnya sistem ini bukan meningkatkan kesejaterahaan masyarakat pribumi tapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang pada umunya tidak diperlakukan layak .
Penduduk jepang (1942-1945) pemerintahan jepang menerapakan suatu kebijakan pengarahan sumber daya ekonomi mendudukung gerak maju pasukan jepang dalam perang pasifik,sebagai akibat, terjadinya perombakan besar-besaran dalam sturuktur ekonomi masyarakat,kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan,karena produksi untuk memasuk bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumnas pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet ,sehingga terjadi kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat  dengan jalan impor.
Seperti inilah sistem sosialis ala bala tentara Dai Nippon,segala hal diatur oleh pusat guna mencapai kesejahteraanbersama yang diharapkan akan mencapai sesuai memenangkan perang pasifik.

4. Sistem Orde lama
Orde lama merupakan masa pasca kemerdekaan pada tahun 1945-1950, keadaan perekonomian keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
infalasi yang sangat tinggi disebabkan karena adanya beredariga mat lebih dri satu mata uang secara tidak terkendali pada waktu itu, sementara waktu pemerintahan RI menyatakan tiga uang yang berlaku di wlayah RI, yaitu mata uang De javacshe bank,mata uang pemerintah Hindia Belanda dan mata uang pendudukan Jepang,kemudian pada tanggal 6 maret 1946 , panglima AFNEI (Allied forces for netherlands east indies/pasuakan sekutu ) mengumumkan berlakunya uang NICA didaerah-daerah yang dikuasi sekutu pada bulan oktober  beredar1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas yaitu oeri (oeang Republik Indonesia ) sebagai pengganti uang jepang ,bedasarkan teori moneter,banyaknya jumlah uang beredar memepengaruhi tingakat harga.adanya blokade ekonomi Belanda sejak bulan november 1945 untuk menutup pintu perdaganga luar negri RI kas negara kosong, eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan .
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain : program pinjaman nasional dilaksanakan oleh menteri keuanagan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP pada bulan juli 1946.
Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India,mengadakan kontrak dengan  perusahaan swata Amerika, dan menembus blokade Sumatra dengan tujuan ke singapura malaysia.
Konferensi ekonomi pada bulan febuari 1946 dengan tujuan untuk memproleh kesepakatan yang bulat dalam menaggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak .yaitu masalah produksi dan distribusi makanan ,sedangkan masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebuanan.
Pembentukan  planing bord (badan perancang ekonomi ) 19 januari 1947 rekontruksi dan rasionlisasi angkatan perang (Rera) 1948 mengalihklan tenaga bekas angkatan perang kebidang-bidang produktif , kasimo plan yang intinya mengenai mengenai usaha swasemada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktiktis dengan swasembada panagn diharapkan perekonomian memebaik.


5. Masa Demokrasi
Masa demokrasi di sebut masa liberal,karena dalam politik maupaun sistem ekonominya menggunakan prisip-prinsip liberal, perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori laissez faire passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi , terutama penguasa Cina, pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru Merdeka .
Usaha –usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi ,antara lain:
1.       Gunting syrifuddin , yaitu pemotongan nilai uang (sanering ) 20 maret 1950 untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar timgkat harga turun.
2.       Program benteng (kabinet natsir )yaitu upaya menumbuhkan wirswata pribumi dan mendorong importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar natinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasioanal, namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtifdan tak bisa bersaing dengan non pribumi
3.       Nasionalisai De Javacshe bank menjadi bank Indonesia pada 15 desember 1951 lewat UU no. 24 th 1951 dengan funsi sebagai bank sentaral dan bank sirkulasi
4.       Sistem ekonomi Ali-baba( kabinet Ali Sastroamijoyo I) yaitu pengalangan kerja sama antara pengusaha Cina dan pribumi dan pemerinytah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swata nasiaonal, program ini tidak berjalan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga dijadikannya alat untuk mendapatkan bantuan kredit pemerintah
5.       Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB termasuk pembubaran Uni Indonesia Belanda .akibatnya banyak pengusaha belanda yang menjual perusahaanya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut,

6.    Masa Demokrasi terpimpin
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 juli 1959, maka Indonesia menjalakan sistem demokrasi terpimpin ,dengan sistem ini diharapkan akan memebawa kemakmuaran bersama persamaan dalam sosial, politik, ekonomiakan tetapi kebijakan yang diamabil pemerintah dimasa ini belum mampu memperbaiki keadan ekonomi  Indonesia anatara lain:
1.       Devaluasi yang diumukan pada 25 agustus 1959 menurunkan nilai mata uang
2.       Pembentukan deklarasi ekonomi  untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin
3.       Devaluasi yang dilakukan 13 desember 1965 uang  dihargai 1000 kali lipat
Maka tindakan pemarintah untuk  menekan inflasi ini malah terjadi tingkat inflasi , kegagalan dalam berbagai tindakan  moneter itu diperparah  karena pemerintah tidak menghemat  pengeluaran-pengeluarannya, pada masa ini banyak proyek –proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga akibat politik konfrontasi dengan malaysia dan negara-negra barat , sistem demokrasi terpimpin bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat keTimur (sosialis) baik dalam polit.sosial,ekonomimaupun bidang-bidang lainya



7.    Orde baru
Pada awal orde baru  stabilitasi ekonomi dan politik mejadi prioritas utama, program pemerintah berorientasi  pada pengendalian inflasi, pengendalian inflasi mutlak dibutuhkan ,karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% per tahun.
Pada masa ini sistem yang terpilih adalah sitem ekonomi campuran dalam rangkar sistem demokrasi pancasila,  teori Keynes ini tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas ,kebijakna ekonomi ini diarahkan pada pembangunan di segala bidang , pertumbuhan ekonomi ini secara fudamental pembangunan nasional sanagat rapuh,akibatnya ketika terajdi krisis yang merupakan imbas ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang begitu buruk, harga-harga meningkat secara drastis , nilai tukar rupiah melemah dan menimbulkan berbagai kekacaun di segala bidang,terutama ekonomi.

8.    Masa kepermimpinan Megawati soekarnoputri
a.       Kebijakan-kebijakan yang ditempuh pada masa ini yaitu sebagai berikut :
b.       Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5.8 miliyar pada pertemuan paris club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran Rp 1163 triliun
c.       Kebijakan privatiasi BUMN


9.    Masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono
Kebijakan kontrovesial pertama presiden yudhoyono mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikan harga BBM kebijakan ini dilatarbelakangin oleh harga minyak dunia, anggaran subsidi BBM dialihakan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan,serta bidang-bidang yang menunjang kesejahteraan masyrakat, mulai dari BLT ,sampai dengan masalah investasi,pengelolaan anggaran jadi, disatu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri,tapi dilain pihak  kondisi di dalam negri kurang kondusif.


Sumber :


Pemutusan Hubungan Kerja

 1. Pengertian PHK      P engakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerj...